Tujuan Sertifikasi Guru, Kegunaan dan Pelaksanaanya

Tujuan Sertifikasi Guru, Kegunaan dan Pelaksanaanya

Tujuan Sertifikasi Guru, Kegunaan dan Pelaksanaanya

Tujuan Sertifikasi Guru, Kegunaan dan Pelaksanaanya
Tujuan Sertifikasi Guru, Kegunaan dan Pelaksanaanya

Adapun tujuan dilakukan sertifikasi guru yaitu untuk menentukan kelayakan guru dalam menjalankan kiprah sebagai pemegang peranan penting dalam pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Menurut Mulyasa (2009:34), tujuan sertifikasi guru antara lain:

Melindungi profesi pendidik dan tenaga kependidikan.

Melindungi masyarakat dari praktik-praktik yang tidak kompeten, sehingga merusak gambaran pendidik dan tenaga kependidikan. Membantu dan melindungi lembaga penyelenggara pendidikan, dengan menyediakan rambu-rambu dan instrument untuk melaksanakan seleksi terhadap pelamar yang kompeten. Membangun gambaran masyarakat terhadap profesi pendidik dan tenaga kependidikan. Memberikan solusi dalam rangka meningkatkan mutu pendidik dan tenaga kependidikan.

Menurut buku panduan dari kemendiknas, tujuan sertifikasi yaitu:

Menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan kiprah sebagai biro pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Meningkatkan proses dan mutu hasil pendidikan. Meningkatkan martabat guru. Meningkatkan profesionalisme guru.

Kegunaan atau Manfaat Sertifikasi Guru

Kegunaan sertifikasi guru yaitu untuk melindungi profesi guru dari praktik yang tidak kompeten, yang bisa merusak gambaran profesi guru serta melindungi masyarakat dari praktik pendidikan yang tidak berkualitas dan tidak profesional.

Pelaksanaan, Alur dan Prosedur Proses Sertifikasi Guru

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.5 tahun 2012, guru dalam jabatan yang sudah memenuhi persyaratan sanggup mengikuti sertifikasi melalui pelaksanaan sebagai berikut:

Pemberian Sertifikat Pendidik secara Langsung (Pola PSPL)

Sertifikasi guru pola PSPL didahului dengan verifikasi dokumen. Peserta sertifikasi guru pola PSPL sebagai berikut:

Guru yang telah mempunyai kualifikasi akademik S-2 atau S-3 dari perguruan tinggi terakreditasi dalam bidang kependidikan atau bidang studi yang relevan dengan mata pelajaran atau rumpun mata pelajaran yang diampunya dengan golongan paling rendah IV/b atau yang memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/b.

Guru kelas yang telah mempunyai kualifikasi akademik S-2 atau S-3 dari perguruan tinggi terakreditasi dalam bidang kependidikan atau bidang studi yang relevan dengan kiprah yang diampunya dengan golongan paling rendah IV/b atau yang memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/b.

Guru bimbingan dan konseling atau konselor yang telah mempunyai kualifikasi akademik S-2 atau S-3 dari perguruan tinggi terakreditasi dalam bidang kependidikan atau bidang studi yang relevan dengan kiprah bimbingan dan konseling dengan golongan paling rendah IV/b atau yang memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/b.

Guru yang diangkat dalam jabatan pengawas pada satuan pendidikan yang sudah mempunyai kualifikasi akademik S-2 atau S-3 dari perguruan tinggi terakreditasi dalam bidang kependidikan atau bidang studi yang relevan dengan kiprah kepengawasan dengan golongan paling rendah IV/b atau yang memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/b; atau.
Guru yang sudah mempunyai golongan paling rendah IV/c, atau yang memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/c (melalui in passing).

Sumber: https://www.seputarpengetahuan.co.id/2017/11/pengertian-integritas-fungsi-tujuan-manfaat-ciri-ciri-pribadi.html