Transformasi Pengalaman Bersantap

Transformasi Pengalaman Bersantap

Transformasi Pengalaman Bersantap

Transformasi Pengalaman Bersantap
Transformasi Pengalaman Bersantap

Media sosial telah menjadi sarana informasi instan bagi para warganet, termasuk soal kulineran.

PERKEMBANGAN teknologi memang amat dahsyat, salah satu yang terdampak

ialah industri makanan. Jika dahulu kita melihat aneka foto makanan ciamik sebatas di majalah atau koran, sekarang kita bisa menikmatinya di mana saja, termasuk via ponsel pintar yang ada di genggaman.

Era digital pun telah membuka peluang bagi para pencinta kuliner untuk berbagi kisah mereka di ranah maya. Entah melalui blog, jaringan media sosial seperti Facebook dan Instagram, atau aplikasi macam Zomato. Pastilah saat Anda makan di restoran atau tempat kuliner lain, sesekali menjumpai konsumen yang sibuk mengambil foto hidangan alih-alih segera menyantapnya. Atau mungkin, itu Anda sendiri.

Fenomena tersebut diamini chef Ivan Wibowo. Dalam sebuah diskusi bertajuk Digital Era Challenges for the Food and Beverage Industry di @america, Jakarta, pekan lalu, Ivan menjelaskan bahwa saat ini pertanyaan yang ditanyakan pelanggan bukan lagi menu makanan enak yang direkomendasikan para pelayan, melainkan justru makanan yang apik untuk difoto.

“Jadi, pelanggan itu sekarang kalau datang bukan tanya rekomendasinya apa, melainkan yang bagus difoto yang mana. Artinya, sekarang bukan cuma rasa saja yang penting, melainkan juga presentasi makanannya,” ungkap Ivan.

Tidak hanya itu, Ivan pun melanjutkan bahwa dengan kian maraknya

fenomena warganet mengunggah aktivitas mereka di akun media sosial, termasuk acara makan-makan, komentar yang ditulis dalam akun bersangkutan juga menjadi perhatian para pelaku industri makanan.

“Satu orang komplain taruh di media sosial, bisa jadi penting sekali,” imbuhnya.

Senada, food blogger Fellexandrii Ruby menjelaskan, perkembangan teknologi

yang dibarengi intensitas pemanfaatan media sosial telah menimbulkan pergeseran yang besar bagi seseorang untuk mendapatkan informasi apa pun, termasuk kuliner. “Saya lihat pergeseran yang besar, orang melihat social media sebagai sumber informasi instan,” ungkap Ruby.

 

Baca Juga :