Tips Pemeliharaan Larva Ikan Hias Redfin

Tips Pemeliharaan Larva Ikan Hias Redfin

Tips Pemeliharaan Larva Ikan Hias Redfin

Tips Pemeliharaan Larva Ikan Hias Redfin
Tips Pemeliharaan Larva Ikan Hias Redfin

Ikan hias air tawar ini sangat menyukai lumut, tetapi apabila kita kesulitan untuk menyediakan lumut kita juga bisa memberikannya cuk merah / cacing darah atau cacing sutra dengan pakan yang sperti itu maka tidak sulit untuk kita apabila kita ingin memelihara atau merawatnya.

Rangsangan pemijahan

Tekhnik pemijahan  secara semi alami, yaitu dengan melakukan  menyuntikan hormone pada induk betina dan jantan. Pada induk betina penyuntikan dilakukan untuk merangsang ovulasi dan pada induk jantan untuk merangsang sperma. Sebelum penyuntikan, dilakukan penimbangan induk yang akan dipijahkan.

Berdasarkan berat induk ini, dapat dihitung volume larutan ovaprim yang telah diencerkan, yaitu 0,5 ml/ kg bobot induk tubuh induk betina, sedangkan pada induk jantan 0,3 ml/kg bobot tubuh. Pengenceran ovaprim menggunakan Larutan fisiologis (naCl 0,9%). Untuk memperoleh dosis larutan fisiologis yaitu dengan menghitung seberapa banyak ovaprim yang digunakan, karena perbandingan ovaprim dan larfis 1 : 1.

Jadi dalam satu siklus pemijahan, penyuntikan dilakukan pada 2 pasang indukan sebesar 0,09 ml yang terdiri dari ovaprim dan NaCl 0,9 %. Penyuntikan dilakukan pada malam hari sekitar pukul 20.00 WIB atau pukul 20.30 WIB. Penyuntikan dilakukan satu kali secara intramuscular, yaitu penyuntikan pada bagian punggung ikan.

umpan ikan mas – Rentang waktu antara penyuntikan dengan ovulasi telur yaitu 10-14 jam pada suhu 23-260C. Setelah dilakukan penyuntikan terhadap induk jantan dan betina dicampurkan pada box sterofoam berukuran 90x40x30 cm dengan dosis 1 pasang induk dalam 1 box. Selang waktu 10-14 jam setelah penyuntikan, terjadi pemijahan.

Penetasan Telur

Telur Redfin albino akan menetas dalam jangka waktu 40-50 jam. Telur menetas tetap di dalam akuarium pemijahan. Induk dikeluarkan setelah induk mengeluarkan telur secara  kaseluruhan.Induk dipindahkan ke akuarium pemeliharaan.Telur yang tidak menetas segera disifon untuk menjaga kualitas air agar tidak tercemar karena pembusukan telur yang tidak menetas. Telur yang menetas akan di kasi makan setelah kuning telur habis atau setelah 2-3 hari setelah menetas. Pakan pertama yang diberi pada larva yakni kuning telur yang direbus terlebih dahulu.

Pemeliharaan larva

Larva dipelihara di box sterefoam sampai berumur 10 hari. Setelah berumur 10 hari larva di hitung dan padat tebar dikecilkan dengan manambah 8 buah box sterefoam sebagai pemeliharaan lanjutan.

Manajemen pemberian pakan

Larva mulai diberi pakan pada hari ketiga atau menjelang kuning telur di tubuh habis (perubahan endogenous ke eksogeneus). Pakan pertama yang diberi berupa rebusan kuning telur. Pemberian kuning telur pada larva selama 3 hari, atau larva dari umur 3 hari sampai  berumur 5 hari. Pemberian pakan kuning telur 2 kali sehari dalam 8 jam dan 4 jam sore. Pada umur ke 6 larva diberi pakan artemia.

Peberian pakan artemia dilakukan selama 7 hari. Artemia diberikan dengan dosis pemberian 4 kali sehari pada pukul 08.00, 12.00, 16.00, dan 21.00 WIB. Dosis artemia yan diberikan sebanyak 0,25 gr/hari.larva yang akan diberi terlebih dahulu di kultur pada bak kultur pakan alami. Artemia dikultur sehari sebelum pemberian pakan. Pemberian artemia akan berhenti setelah larva berumur 12 hari. Setelah pemberian artemin atau larva berumur 12 hari dilakuakn penjarangan. Penjarangan dilakukan dengan menambah 8 buah.