Tingkatan Jarh Wa Ta’dil

Tingkatan Jarh Wa Ta’dil

Tingkatan Ta’dil

Pertama, kata-kata yang digunakan untuk tingkatan keadilan dan kedhabitan paling tinggi, misalnya:

اوثق الناس                      : Orang yang paling Siqah

أثبت الناس حفظا وعدلة    : Orang yang paling mantap hafalan dan keadilannya

إليه المنتهى في الثبت       : Orang yang paling baik keteguhan hati dan lidahnya

ثقة فوق ثقة                    : Orang Siqah melebihi orang yang Siqah

Kedua, kata-kata yang digunakan untuk menunjukkan tingginya keadilan dan kedhabitan seorang rawi, kata-kata di bawah ini menduduki tingkatan nomor dua:

ثبت ثبت                             : Orang yang teguh lagi teguh

ثقة ثقة: Orang yang Siqah lagi Siqah

حجة حجة                  : Orang yang ahli lagi fasih lidahnya

ثبت ثقة                    : Orang yang teguh lagi Siqoh

حافظ حجة                 : Orang yang hafiz lagi fasih lidahnya

ضابط متقن                 : Orang yang kuat ingatannya lagi menyakinkan ilmunya

Ketiga, menunjuk keadilan dengan kata-kata yang mengandung arti kuat ingatannya. Kata-kata ini digolongkan pada tingkatan nomor tiga:

ثبت                        : Orang yang teguh

متقن                        : Orang yang menyakinkan

حافظ                       : Orang yang kuat hafalannya

ثقة                          : Orang yang Siqah

حجة                        : Orang yang fasih lidahnya

Keempat, kata-kata yang menunjuk keadilan dan kedhabitan seorang rawi, tetapi tidak  mengandung arti kuat ingatannya.

صدوق                      : Orang yang sangat jujur

مأمون                       : Orang yang dapat memegang amanah

لابأس به                    : Orang yang tidak cacat (tidak ada masalah)

Kelima, kata-kata yang menunjukkan kejujuran rawi, tetapi pada dirinya tidak ada kedhabitan.

محلة الصدوق              : Orang yang berstatus jujur

جيد الحديث               : Orang yang baik haditsnya

حسن الحديث             : Orang yang bagus haditsnya

مقارب الحديث     : Orang yang haditsnya berdekatan dengan hadits orang yang siqah

Keenam: Kata-kata yang dipakai menunjukkan arti mendekati cacat. Ini menduduki posisi terakhir dalam tingkatan keadilan dan kedhabitan seorang rawi.

صدوق إنشاءالله     : Orang yang jujur  insya Allah

فلان أرجون بأن لا بأس به    : Orang yang diharapkan Siqoh

فلان صويليح                 : Orang yang sedikit kesalahannya

فلان مقبول حديثه           : Orang yang diteerima haditsnya[12]

Hukum Tingkatan-Tingkatan Ta’dil

Untuk tiga tingkatan pertama, dapat dijadikan hujjah, meskipun sebagian mereka lebih kuat dari sebagian yang lain.

Adapun tingkatan keempat dan kelima, tidak bisa dijadikan hujjah. Tetapi hadits mereka boleh ditulis, dan diuji kedhabitan mereka dengan membandingkan hadits mereka dengan hadits-hadits para siqah yang dhabith. Jika sesuai dengan hadits mereka, maka bisa dijadikan hujjah. Dan jika tidak sesuai, maka ditolak.

Sedangkan untuk tingkatan keenam, tidak bisa dijadikan hujjah. Tetapi hadits meraka ditulis untuk dijadikan sebagai pertimbangan saja, bukan untuk pengujian, karena mereka tidak dhabith.

sumber :

Joe Dever’s Lone Wolf Complete 1.00 Apk