Terjadinya Gempa

Terjadinya Gempa

Terjadinya Gempa

Terjadinya Gempa
Terjadinya Gempa
Lapisan paling atas bumi, yaitu litosfer merupakan batuan yang relatif dingin, dan bagian paling atas berada
pada kondisi padat serta kaku. Dibawah lapisan ini terdapat batuan yang jauh lebih panas yang disebut mantel. Lapisan ini sedemikian panasnya sehingga senantiasa dalam keadaan kaku. Lapisan ini dapat bergerak sesuai dengan proses pendistribusian panas yang dikenal sebagai aliran konveksi. Lempeng tektonik yang merupakan bagian dari litosfer padat dan terapung di atas mantel ikut bergerak satu sama lainnya.

Tiga Kemungkinan

Ada tiga kemungkinan pergerakan satu lempeng tektonik terhadap lempeng lainnya, yaitu apabila kedua lempeng saling menjauhi (spreading), saling mendekati (collision), dan saling geser (transform).

jika dua lempeng bertemu pada suatu sesar,keduanya dapat bergerak saling menjauhi, saling mendekati, atau saling bergeser.umumnya, gerakan ini berlangsung lambat dan tidak dapat di rasakan oleh manusia namun terukur sebesar 0-15 cm pertahun. kadang-kadang, gerakan lempeng ini macet dan saling mengunci. hal ini mengakibatkan terjadinya pengumpulan energi yang berlangsung terus sampai pada suatu saat batuan pada lempeng tektonik tersebut tidak lagi kuat menahan gerakan tersebut sehingga terjadi pelepasan mendadak yang di kenal sebagai gempa bumi.

Kapan gempa terjadi?

Gempa dapat terjadi kapan saja tanpa mengenal musim. meskipun demikian, kosentrasi gempa cenderung terjadi di tempat-tempat tertentu saja, seperti pada batas lempeng pasifik. tempat ini di kenal dengan lingkaran api karena banyaknya gunungapi.

Penyebab kerusakan

akibat gempa bumi tergantung pada besar magnitudo dan durasinya, atau jumlah sentakan yang terjadi. tenaga gempa bumi berawal dari tenaga yang kecil, getarannya hampir tidak terasa, kemudian membesar dan menciptakan gerakan yang kuat hampir ribuan kilometer. gempa bumi dapat berlangsung di dalam tanah dan mampu meruntuhkan struktur bangunan dan memacu terbentuknya tsunami (gelombang laut yang besar). Jiwa manusia pun akan ikut terancam sehingga menghasilkan kerugian.

Gempa bumi atau getaran seismik

berlangsung ratusan kali setiap harinya. Jaringan seismograf (mesin yang mencatat gerakan bumi) mendeteksi kira-kira telah terjadi sebanyak 1 juta kali. Seismolog menjelaskan bagian-bagian dari sebuah gempa bumi. Misalnya, apa yang terjadi pada permukaan bumi selama gempa bumi, bagaimana energi gempa bumi berpindah dari dalam bumi kepermukaan, bagaimana energi ini dapat menyebabkan kerusakan, dan pergeseran patahan yang menyebabkan gempa bumi.

Patahan merupakan retakan kerak bumi di mana lapisan batuan saling bergerak. Dengan mempelajari perbedaan bagian dan aksi gempa bumi ini, ahli seismologi mempelajari lebih banyak mengenai dampaknya dan bagaimana memprediksi dan menyiapkan berbagai langkah untuk mengurangi kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa bumi.

Baca juga: