Surah Al-qashash

Surah Al-qashash

Surah Al-qashash

  1. Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya[1139]. berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: “Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang Telah diberikan kepada Karun; Sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar”.
  2. Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: “Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang- orang yang sabar”.
  3. Maka kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).
  4. Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Karun itu, berkata: “Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezki bagi siapa yang dia kehendaki dari hamba-hambanya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar dia Telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang- orang yang mengingkari (nikmat Allah)”.

[1139]  menurut mufassir: Karun ke luar dalam satu iring-iringan yang lengkap dengan pengawal, hamba sahaya dan inang pengasuh untuk memperlihatkan kemegahannya kepada kaumnya.

  1. Isi kandungan ayat.

Ayat diatas (79) mengandung makna suatu kisah terdahulu, yaitu qarun yg hidup dengan bergelimang harta. Namun sayangnya, harta yang melimpah itu membuat Qarun lupa diri dan menjadi takabur. Dia mengatakan bahwa hartanya yang banyak itu berkat hasil usahnaya semata, bukan karena rahmat Allah.

Qarun berhasil memperdaya sebagian masyarakat dan diantara mereka ada yang berkata “ Alangkah senangnya seandainya kita duberi harta yang melimpah seperti Qarun, kita dapat menikmati hidup ini dengan sepuas-puasnya”.

Pada ayat berikutnya(80) orang yang mmepunyai ilmu dan akal ssehat tidak tertarik oleh harta yang dipamerkan oleh Qarun.mereka mengatakan pahala Allah jauh lebih penting dan bernilai daripada harta melimpah bagi orang yang beriman dan beramal sholeh.

Selanjutnya (ayat 81-82), Allah menegaskan bahwa akibat kesombongan dan ketakaburannya, Qarub ditenggelamkan beserta seluruh hartanya kedasar bumi. Atas kejadian tragis itu, masyarakat yang sebelumnya menginginkan harta melimpah seperti yang dimiliki Qarun menjadi sadar dan kembali bertobat kepada Allah.

  1. Perilaku orang yang mengamalkan isi kandungan ayat.

Islam tidak melarang umatnya memiliki harta sebanyak-banyaknya, bahkan sangat dianjurkan untuk berusaha keras mendapatkan harta yang halal dan menggunakannya sesuai dengan petunjuk Allah. Perilaku kehidupan orang yang mengamalkan isi kandungan ayat diantaranya sebagai berikut:

  •  Tidak bersikap sombong dengan harta yang dimilikinya.
  •  Menjadikan harta sebagai media untuk beribadah kepada Allah SWT.
  •  Menjadikan harta sebagai media untuk mencari ilmu.
  •  Menghindari sikap boros.

 

  1. Menerapkan perilaku hidup sederhana dan menyantuni kaum duafa sebagaimana terkandung dalam ayat diatas.
  •  Tanamkan keyakinan bahwa harta hanya titipan dari Allah dan suatu saat akan kembali kepada-Nya.
  •  Tanamkan keyakinan bahwa harta akan membawa manfata dan berkah jika digunakan dengan petunjuk Allah dan jika tidak akan membawa adzab dan bencana.
  •  Tanamakan keyakinan bahwa didalam harta yang kita miliki ada hak kaum duafa.

Sumber:

https://duniabudidaya.co.id/pengertian-evolusi-dan-revolusi/