SMKN 3 Bandung Terapkan Pendidikan Abad 21

SMKN 3 Bandung Terapkan Pendidikan Abad 21

SMKN 3 Bandung Terapkan Pendidikan Abad 21

SMKN 3 Bandung Terapkan Pendidikan Abad 21
SMKN 3 Bandung Terapkan Pendidikan Abad 21

Semakin dekatnya teknologi digital, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3

Bandung menerapkan program dengan mendekatkan pada teknologi melalui sistem pembelajaran.

Kepala Sekolah SMKN 3 Bandung, Euis Purnama mengungkapkan, saat ini pihaknya memiliki program kompetisi Information and Technology (IT) untuk menyiapkan siswa dalam bersaing secara global dan pendidikan di abad 21 melalui digitalisasi, dengan terus memberikan fasilitas yang optimal kepada siswa seperti menambah Mega bits Per Second (Mbps).

”Awalnya hanya 20 kemudian 120 kemudian ditambah lagi menjadi 220 agar wifi bisa dijangkau dengan cepat oleh siswa juga penambahan provider dari awalnya speedy ditambah bisnet,” ungkap Euis, di SMKN 3 Bandung Jalan Solontongan Nomor 10 Bandung, baru-baru ini.

Menurutnya, penerapan sistem Ujian Akhir Sekolan (UAS) dengan menggunakan sistem online

membuat pihaknya harus memanfaatkan ponsel siswa untuk mengakses soal ujian, sebab ada ketersediaan komputer di sekolah. Terlebih, setiap tahunnya, pendaftar siswa peserta didik baru selalu membludak melebihi kapasitas sekolah.

”Kapasitas sekolah 20 rombel untuk 702 siswa namun pendaftar berada pada kisaran 1500 pendaftar,” ujarnya.

Dia mengatakan, saat ini jurusan yang ada disekolahnya yakni, Akutansi dan Keuangan Lembaga, Administrasi dan Tata Kelola Perkantoran, Bisnis Daring dan Pemasaran, Usaha Perjalanan Wisata dan Multiedia. Sementara untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini, pihaknya, masih menunggu petunjuk teknis (Juknis) dari Peraturan Gubernur (pergub).

”Yang pasti masih menggunakan sistem online. Kalau dari Permendikbud sudah ada aturan

untuk menggunakan tes khusus, dan saya sangat setuju sehingga diusulkan ke Disprov agar tes khusus diselenggarakan sebelum entri data, agar minat siswa bisa dilihat dari hasil tes tersebut,” terangnya.

Ia mencontohkan, untuk jurusan multimedia, persyaratan utama anak adalah tidak buta warna, maka jika tes khusus tidak di awal, memungkinkan siswa untuk lolos kalau nilainya bagus.

”Tapi kasian ke anaknya, kalau nilai tinggi tapi anak buta warna,” ucapnya.

Di SMKN 3 sendiri, lanjutnya, ada dua jalur untuk mendaftar yaitu jalur akademik dan non akademik, jalur prestasi dan tidak mampu (KIP) dan jalur ini selalu paling banyak yang mendaftar.

”Di Juknis, Permen, Pergub kuota untuk siswa tidak mampu 20 persen namun disini ada 40 persen. Memang betul di kuota akademik 20 persen, tapi saat jalur akademik di buka, siswa yang memiliki nilai bagus diterima, kepintaran masyarakat baru menyerahkan SKTM sehingga memusingkan sekolah,” terangnya.

Namun demikian, Euis mengaku, SMKN 3 Bandung tetap berupaya menyiapkan lulusan yang mampu bersaing di dunia global, yang tentunya bisa untuk terjun di lapangan kerja. Jendati demikian, tidak sedikit pula siswa yang memilih melanjutkan ke Perguruan Tinggi.

 

Sumber :

https://ojs.hh.se/index.php/JISIB/user/viewPublicProfile/101457