Rehabilitasi Sosial (Social Rehabilitation)

Rehabilitasi Sosial (Social Rehabilitation)

Rehabilitasi Sosial (Social Rehabilitation)

Rehabilitasi Sosial (Social Rehabilitation)
Rehabilitasi Sosial (Social Rehabilitation)

Rehabilitasi sosial merupakan bagian dari proses rehabilitasi penderita cacat yang berusaha untuk menghilangkan atau setidak-tidaknya mengurangi semaksimal mungkin pengaruh-pengaruh negatif yang disebabkan kecacatannya, sehingga penderita dapat aktif dalam kehidupan di masyarakat.

Rehabilitasi sosial dimaksudkan dalam kaitannya dengan layanan kepada individu yang membutuhkan layanan khusus di bidang sosial, yaitu meningkatkan kemampuan bersosialisasi, mencegah agar kemampuan sosialnya tidak menurun atau lebih parah dari kondisi sosial sebelumnya.

Adapun tujuan dari rehabilitasi sosial ini yaitu:

  1. Memulihkan kembali rasa harga diri, percaya diri, keasadaran serta tanggung jawab terhadap masa depan diri, keluarga maupun masyarakat, atau lingkungan sosialnya.
  2. Memulihkan kembali kemauan dan kemampuan untuk dapat melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar.

Untuk tercapainya tujuan tersebut, maka kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

Pencegahan

Mencegah timbulnya masalah sosial penyandang cacat, baik masalah dari penyandang cacat itu sendiri, maupun masalah yang datang dari lingkungannya.

Tahap Rehabilitasi

Rehabilitasi ini diberikan melalui bimbingan sosial dan pembinaan mental, maupun bimbingan keterampilan. Bimbingan diberikan secara individu maupun kelompok yang nantinya dapat menimbulkan kesadaran akan harga diri serta tanggung jawab sosial secara mentap. Bimbingan keterampilan diberikan agar individu mampu menyadari akan keteranpilan yang dimiliki. Serta bimbingan penyuluhan diberikan untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab sosial keluarga dan lingkungan sosial.

Resosialisasi

Kegiatan ini bertujuan menyiapkan penyandang cacat agar mampu berintegrasi dalam kehidupan masyarakat. Resosialisasi ini merupakan proses penyaluran dan usaha penempatan para penyandang cacat setelah mendapat bimbingan dan penyuluhan sesuai dengan situasi dan kondisi individu yang bersangkutan.

Pembinaan Tindak Lanjut

Tujuan dari pembinaan tidak lanjut ini adalah memelihara, menetapkan, dan memantapkan serta meningkatkan kemampuan sosial, ekonomi, dan mengembangkan rasa tanggung jawab dan kesadaran hidup bermasyarakat.

Usaha rehabilotasi sosial (Dep. Sosial, 1988:9) menurut pendekatan pelayanan sosial ini dilaksanakan melalui tiga sistem, yaitu:

Sistem Panti

Panti/sarana rehabilitasi sosial dibangun dan dilengkapi dengan berbagai peralatan dan fasilitas menyelenggarakan program dan kegiatan rehabilitasi sosial guna membimbing penderita cacat ke arah kehidupan yang produktif serta memberikan kemungkinan yang lebih luas untuk dapat melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar. Kerjasama yang dibangun lembaga denga dinas sosial dalam memberikan bantuan mampu memberi kesempatan kepada individu yang ekonomi keluarganya kurang mampu anak-anaknya, apalagi menyekolahkan.

Sistem Non Panti yang Berbasis Masyarakat

Sistem non panti ini menggunakan masyarakat sebagai wadah atau pangkalan untuk menyelenggarakan pelayanan rehabilitasi, yang pelaksanaannya dilakukan dengan bantuan tenaga sosial sukarela yang berasal dari masyarakat serta melibatkan perangkat desa, dalam koordinasi dengan lembaga masyarakat desa (LKMD).

Adapun fungsi rehabilitasi sosial ini adalah:

  1. Meningkatkan usaha ke arah penyebaran pelayanan rehabilitasi sosial yang berbasiskan masyarakat.
  2. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan bidang kesejahteraan sosial yang semakin merata.
  3. Meningkatkan integrasi para penyandang cacat.

Lingkungan Pondok Sosial

Ini merupakan usaha rehabilitasi secara komprehensif dan integratif bagi penyandang permasalahan sosial di suatu perkampungan sosial dalam rangka refungsionalisasi dan pengembangan, baik fisik, mental, maupun sosial.

Tujuan dikembangkannya lingkungan pondok sosial ini adalah memberi kesempatan untuk menumbuhkan serta meningkatkan fungsi sosial para penyandang permasalahan sosial, yang semula tidak berkesempatan, atau berkemampuan melaksanakan fungsi sosialnya sebagaimana mestinya, baik untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri, keluarga, dan kelayakan pergaulan dalam masyarakat.

Proses rehabilitasi juga termasuk pada proses rehabilitasi sosial psikologis, dimana pelaksanaan rehabilitasi sosial psikologis tidak mengambil jangka waktu tersendiri, melainkan berjalan sejajar atau bersamaan dengan proses rehabilitas medis, pendidikan, keterampilan.

Rehabilitasi sosial psikologis meliputi:

  1. Aspek mental keagamaan
  2. Budi pekerti
  3. Aspek sosial (Pengenalan diri pribadi, Bantu diri pribadi, Bantu diri umum, sosialisasi)
  4. Aspek perkembangan akademik (baca, tulis, hitung, pengetahuan umum)
  5. Aspek psikologis
  6. Bantuan sosial

Baca juga