Refleksi Dalam Diri

Refleksi Dalam Diri

Refleksi Dalam Diri

Refleksi Dalam Diri
Refleksi Dalam Diri

Selama kuliah, ada beberapa mata kuliah yang mengharuskan saya untuk membuat refleksi diri. Pada awalnya saya cukup kesulitan membuat refleksi diri, karena belum memahami manfaat dan tujuannya. Namun setelah membaca berbagai sumber akademik mengenai refleksi diri dan berkali-kali diwajibkan membuat refleksi diri sebagai salah satu bahan penilaian mata kuliah, saya mulai terbiasa dan menikmati proses refleksi diri.

Sebagai manusia kita pasti memiliki kelemahan dalam karakter, kebiasaan, atau perilaku. Kelemahan-kelemahan tersebut akan berdampak pada interaksi kita dengan orang lain. Oleh karena itu, refleksi diri ini menjadi sangat penting untuk orang yang ada dalam suatu organisasi, apalagi bagi yang ingin atau sudah menjadi pemimpin.

Isi dari refleksi diri ini kurang lebihnya adalah:

  • Titik awal: dalam bagian ini, kita harus bisa menjelaskan titik awal diri kita dalam bidang yang akan kita refleksikan. Misalnya, hari ini saya mau merefleksikan tentang kepemimpinan saya (atau komunikasi, teamwork, pengelolaan proyek, dan lain sebagainya). Maka titik awal ini akan berisi apa saja yang sudah saya lakukan dalam kepemimpinan saya. Kemudian dalam bagian ini kita juga diharuskan untuk memahami diri kita sendiri, seperti kepribadian kita seperti apa dalam memimpin.
  • Apa yang saya pelajari: dalam bagian ini, kita harus bisa merefleksikan dari apa yang kita lakukan sehingga berdampak apa, baik itu terhadap orang lain maupun terhadap diri kita. Dampak ini dapat kita lihat dari berbagai aspek, misalnya perasaan, kinerja, atau perilaku. Di bagian ini, kita juga harus bisa melihat bagaimana persepsi kita dan persepsi orang lain, karena persepsi kita belum tentu sama dengan orang lain. Misalnya, ketika memimpin saya menciptakan suasana yang tegang karena saya ingin dihormati tim saya. Saya menggunakan nada yang tegas. Ketika melakukan itu, tim saya menjadi lebih giat bekerja, namun ada beberapa anggota tim yang malah tidak menghargai karena menjadi tertekan. Ketika saya memarahi anggota tim saya dan anggota tersebut balik memarahi saya, saya merasa murka. Menurut saya, saya sudah menjadi pemimpin yang disegani. Untuk melihat persepsi orang lain bahwa saya dalam contoh tersebut merupakan pemimpin yang disegani, saya harus menanyakan bagaimana persepsi orang lain. Untuk hal tersebut, kita bisa meminta umpan balik atau tanggapan dari anggota tim, atau dari rekan kerja. Tanggapan tersebut sebaiknya diminta secara personal dan kita harus menciptakan suasana terbuka, sehingga kita bisa mendapatkan tanggapan yang dapat kita gunakan untuk pengembangan diri.
  • Bagaimana pengalaman saya terkait dengan teori: saat ini banyak penelitian yang dapat kita akses melalui google scholar. Referensi teori atau penelitian akademik dapat membantu kita untuk memahami pengalaman kita dalam bidang yang sedang kita refleksikan. Misalnya, ketika menggunakan tekanan, anggota tim menjadi tertekan dan kinerja menurun. Kita dapat mencari teori atau penelitian terkait hal tersebut dengan menggunakan kata kunci. Pencarian akademik tersebut tidak hanya dapat membantu untuk memahami pengalaman, namun bisa juga membantu kita untuk menemukan alternatif atas pengalaman kita. Misalnya, alih-alih menggunakan tekanan, jika pemimpin menciptakan suasana kolaborasi dan menyetarakan status dengan anggota tim, maka kinerja akan meningkat.
  • Apa kekuatan saya: seseorang harus dapat mengenali kekuatan dirinya. Misalnya, kekuatan saya dalam kepemimpinan adalah menciptakan suasana bersahabat dan memendekkan power distance. Sehingga orang-orang lebih mudah bersahabat dengan saya dan mau bekerja sama.
  • Apa kelemahan saya: jika dapat mengenali kekuatan, maka seseorang juga harus mengenali kelemahannya. Misalnya, saya tidak mampu untuk berkomunikasi dengan tipe orang yang pendiam, atau saya cenderung menciptakan konflik afektif ketika sedang ada dalam konflik kognitif.
  • Apa yang akan saya lakukan di masa depan: Setelah memahami apa yang terjadi, bagaimana reaksi dan persepsi orang lain, apa kelemahan dan kekurangan, kita harus memikirkan apa yang sebaiknya kita lakukan di masa mendatang sehingga permasalahan yang kita hadapi sebelumnya dapat kita atasi. Mengatasi masalah ini dapat kita lakukan dengan mengekspos kekuatan kita atau meredam kelemahan kita, atau melakukan sesuatu yang baru. Misalnya, saya akan menurunkan nada bicara dalam berdiskusi, karena itu berdampak pada reaksi negatif tipe anggota tim yang pendiam.
  • Apa yang akan saya prioritaskan dalam pengembangan diri: Setelah menyadari kelemahan dan merefleksikan pengalaman kita, pasti kita akan menemukan potensi pengembangan diri. Pengembangan diri ini suatu keniscayaan karena tidak ada manusia yang sempurna, bahkan pemimpin yang paling luar biasa pasti akan melakukan suatu kelemahan dalam waktu hidupnya. Dalam memprioritaskan pengembangan diri, kita harus sedikit memahami teori tentang kebiasaan dan bagaimana kita bisa mengubah kebiasaan, karena pada dasarnya otak manusia itu membaca pola dan suka dengan pola.

Kurang lebih itulah isi dari refleksi diri. Secara prinsip, refleksi diri ini hampir seperti meninjau dosa-dosa kita di masa lalu dan bertobat untuk jadi lebih baik di masa mendatang. Walaupun refleksi ini tidak harus selalu berisi dosa. Refleksi dapat juga berisi mengenai keberhasilan dan faktor-faktor apa saja yang menunjang keberhasilan kita. Karena jika kita refleksikan, tidak ada keberhasilan yang bersumber dari diri kita sendiri, pasti ada faktor-faktor penunjang lainnya. Sehingga, refleksi keberhasilan bisa kita gunakan untuk menjadi lebih rendah hati dan mawas diri di masa mendatang.

Baca Juga :