Proses Pemijahan Ikan Nila Secara Alami

Proses Pemijahan Ikan Nila Secara Alami

Proses Pemijahan Ikan Nila Secara Alami

Proses Pemijahan Ikan Nila Secara Alami
Proses Pemijahan Ikan Nila Secara Alami

Bagaimana proses pemijahan ikan nila secara alami berlangsung? Budidaya ikan nila termasuk salah satu usaha di bidang perikanan yang sangat potensial. Meskipun jumlah burayak yang dihasilkan oleh seekor indukan ikan nila tidak begitu banyak, tetapi frekuensi terjadinya proses pemijahan per tahun terbilang cukup tinggi. Bahkan ikan nila yang telah memasuki masa produktif bisa dipijahkan setiap bulan sampai usia produktifnya terlewati.

Pada dasarnya, ikan nila juga gampang melaksanakan pemijahan. Di kolam-kolam tradisional misalnya, pemijahan ikan ini biasanya berlangsung secara alami. Berbeda jauh dengan proses pemijahan yang terjadi pada ikan mas atau ikan lele yang banyak membutuhkan sumbangan insan biar prosentase keberhasilannya tinggi. Meskipun begitu, rekayasa insan juga tetap perlu dilibatkan untuk mendukung proses pemijahan ikan nila. Berikut ini upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh para petani ikan nila untuk mendukung jalannya proses pemijahan pada ikan yang dibudidayakannya!

Kolam

Ada baiknya proses pemijahan dilangsungkan di bak khusus sehingga indukan-indukan ikan nila yang akan memijah tidak mengalami gangguan dari ikan lainnya. Sebelum proses pemijahan dimulai, ikan jantan dan ikan betina dipindahkan ke bak karantina secara terpisah.

Kemudian siapkan pula bak pemijahan yang dilengkapi dengan ijuk sebagai kawasan bagi ikan untuk bersembunyi. Telur yang dibuahi tadi lantas dipindahkan ke bak penetasan telur sekaligus pemeliharaan burayak. Burayak yang tumbuh besar menjadi ikan nila muda lalu dirilis ke bak pendederan untuk dibesarkan.

Indukan

Ikan nila yang akan dijadikan sebagai indukan sebaiknya berasal dari galur murni yang telah diketahui mempunyai sifat-sifat unggul yang menguntungkan petani. Kami tetap menyarankan belilah indukan ikan nila yang sudah mengalami kematangan secara gonad untuk mempersingkat waktu pemeliharaan. Namun apabila anggaran yang dimiliki sangat terbatas, Anda masih bisa membeli ikan nila arif balig cukup akal yang mempunyai kualitas unggul.

Beberapa tanda berkualitas tidaknya seekor ikan nila arif balig cukup akal antara lain ikan berasal dari galur yang murni serta ikan jantan dan ikan betina berasal dari keturunan yang berbeda. Ikan tersebut harus dalam kondisi yang sehat, postur tubuhnya normal, dan tidak mengalami cacat.

Ikan yang bagus umumnya diselimuti oleh sisik yang berukuran besar dan tersusun rapi. Jika diperhatikan lebih lanjut, ikan tersebut mempunyai kepala yang berukuran lebih kecil daripada badannya. Ikan nila yang berkualitas baik juga memiliki gerak-gerik yang lincah dan responsif terhadap pakan yang diberikan untuknya.

Ikan nila betina biasanya akan mencapai tingkat kematangan gonad dikala usianya sudah mencapai 5-6 bulan. Pada umur tersebut, ikan nila betina akan mempunyai berat tubuh yang berkisar antara 200-250 gram. Sedangkan untuk ikan nila jantan, bobotnya biasanya lebih berat daripada ikan betina yaitu sekitar 250-300 gram. Jumlah telur yang bisa dihasilkan oleh ikan nila paling banyak yakni 500-1000 butir dan akan berubah menjadi burayak sebanyak 200-400 ekor.

Karantina

ikan guppy – Sebelum proses pemijahan dimulai, baik ikan jantan maupun ikan betina wajib menjalani masa karantina terlebih dahulu. Pada tahap ini, semua indukan ikan jantan diletakkan di bak karantina khusus. Demikian pula dengan indukan ikan betina harus dipindahkan ke bak khusus untuk menjalani masa karantina. Tingkat kepadatan yang ideal untuk populasi ikan di bak karantina sekira 3-5 ekor/m2.

Selama masa karantina berlangsung, bak harus tetap dialiri air yang jernih. Berikan pakan yang mengandung protein dengan kadar lebih dari 35 persen untuk mendukung proses pemijahan. Pakan yang diberikan kepada ikan indukan setiap hari paling banyak yakni 3 persen dari total bobot ikan. Perlu diketahui, protein sangat bagus untuk memicu pertumbuhan gonad pada ikan indukan secara maksimal.

Pemijahan

Pemijahan ikan nila alami dapat dilaksanakan secara massal. Indukan ikan jantan dilepaskan ke bak pemijahan terlebih dahulu, barulah kemudian diikuti dengan perilisan indukan ikan betina. Idealnya, perbandingan jumlah ikan jantan dan ikan betina di suatu bak pemijahan yakni 1:3. Sedangkan tingkat kepadatan populasi ikan nila yang paling baik yaitu 1 ekor/m2.

Proses pemijahan ikan nila akan memakan waktu sampai seminggu. Selama proses ini berlangsung, Anda bisa menunjukkan pakan yang sama menyerupai di bak karantina. Pasangan ikan nila umumnya akan melaksanakan pemijahan di dasar kolam, kubangan, atau cekungan. Telur yang dilepaskan oleh ikan betina akan eksklusif dibuahi oleh ikan jantan. Selanjutnya telur yang telah dibuahi tersebut akan disimpan di dalam lisan ikan betina untuk dierami. Makara mau tidak mau, indukan ikan betina akan berpuasa selama mengerami telur-telurnya.

Proses pengereman telur pada ikan nila akan menghabiskan waktu selama seminggu. Selama tahap ini, Anda bisa mengurangi jumlah pemberian pakan untuk menekan biaya produksi. Sebagai gantinya, taburkanlah pupuk sangkar secara terpola ke bak pemijahan tersebut biar tanaman air sebagai pakan alami ikan bisa tumbuh subur. Pada hari ke-7, burayak ikan nila akan mulai menetas. Burayak yang sudah berenang ke pinggir bak bisa segera Anda pindahkan ke bak pemeliharaan menggunakan saringan halus.