Proses Gempa Bumi

Proses Gempa Bumi

Proses Gempa Bumi

Proses Gempa Bumi
Proses Gempa Bumi
Lempeng samudra yang rapat massanya lebih besar ketika bertumbukan dengan lempeng benua di zona tumbukan (subduksi) akan menyusup ke bawah. Gerakan lempeng tersebut akan mengalami perlambatan akibat gesekan dari selubung bumi.
Perlambatan gerak tersebut menyebabkan penumpukan energi di zona subduksi dan zona patahan. Akibatnya, di zona-zona tersebut terjadi tekanan, tarikan, dan geseran. Pada saat batas elastisitas lempeng terlampaui, terjadilah patahan batuan yang diikuti oleh lepasnya energi secara tiba-tiba. Proses ini menimbulkan getaran partikel ke segala arah yang disebut gelombang gempa bumi.

Di Manakah Kita Tinggal

Kepulauan Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng utama dunia, yaitu lempeng Australia, Eurasia dan Pasifik. Lempeng Eurasia dan Australia bertumbukan di lepas pantai Selatan Kepulauan Nusa Tenggara, dan berbelok ke arah utara ke perairan Maluku sebelah selatan. Antara lempeng Australia dan Pasifik terjadi tumbukan di sekitar Pulau Papua. Sementara pertemuan antara ketiga lempeng tersebut terjadi di sekitar Sulawesi. Itulah sebabnya mengapa di pulau-pulau sekitar pertemuan tiga lempeng tersebut sering terjadi gempa bumi.
Berikut ini adalah 28 wilayah rawan gempa bumi di Indonesia, yaitu Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatra Utara (Simeulue), Sumatra Barat, Jambi, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Bantar Kawung, Yogyakarta, Lasem, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kepulauan Aru, Sulawesi-Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sangir Talaud, Maluku Utara, Maluku Selatan, Papua Utara, Jayapura, Nabire, Wawena, dan Kalimantan Timur.

Distribusi Gempa

Berdasarkan penyebabnya, gempa dapat dibagi menjadi dua, yaitu gempa tektonik dan gempa vulkanik.

1. Gempa Tektonik

Gempa tektonik adalah gempa yang disebabkan oleh pergeseran lempeng tektonik. Sebagaimana di jelaskan sebelumnya bahwa lempeng tektonik bumi kita ini terus bergerak. Ada yang saling mendorong, saling menjauh, atau saling menggeser. Oleh karena itu, tepian lempeng tektonik ini tidak rata, jika bergesekan maka timbullah friksi. Friksi inilah yang kemudian melepaskan energi goncangan.

2. Gempa Vulkanik

Gempa vulkanik terjadi akibat meningkatnya aktivitas gunung api yang di sebabkan oleh naiknya magma dari bawah gunung tersebut ke permukaan. Cairan Magma ini mendesak batuan-batuan di atasnya sehingga menyebabkan goncangan, dan apabila tekanannya cukup besar berpotensi letusan.
Sebenarnya mekanisme kedua gempa ini sama. Naiknya magma ke permukaan juga dipicu oleh pergeseran lempeng tektonik pada sesar bumi. Biasanya ini terjadi pada batas lempeng tektonik yang bersifat konvergen (saling mendesak). Hanya saja pada gempa vulkanik, epek goncangan lebih ditimbulkan karena desakan magma. Adapun pada gempa tektonik efek goncangan langsung ditimbulkan oleh benturan kedua lempeng tektonik. Jika lempeng tektonik yang terlibat adalah lempeng benua dengan lempeng samudra, dan sesarnya berada di dasar laut biasanya benturan yang terjadi berpotensi menimbulkan tsunami.