Program GLS Kian Mewabah di Kota Hujan

Program GLS Kian Mewabah di Kota Hujan

Program GLS Kian Mewabah di Kota Hujan

Program GLS Kian Mewabah di Kota Hujan
Program GLS Kian Mewabah di Kota Hujan

Direktur Pembinaan (Direpem) SMP Kementerian Pendidikan Kebudayaan

(Kemendikbud) Supriano mengatakan, pada Tahun 2045 Indonesia bercita-cita mencetak dan melahirkan generasi emas yang mampu bersaing secara global. Salah satu caranya yaitu, dengan menerapkan pendidikan karakter kepada generasi muda melalui Gerakan Literasi Sekolah (GLS) untuk mencetak generasi emas pada 2045.

“Literasi itu penting bagi generasi muda, terutama dalam rangka menuju Indonesia Emas tahun 2045. Sehingga, diharapkan, generasi emas akan menjadi perintis perubahan dalam membentuk kehidupan dan peradaban bangsa yang lebih baik,” ujar Supriano saat mengisi Dialog Pendidikan Gerakan Literasi Sekolah di SMPN 5 Kota Bogor, kemarin

Menurutnya, literasi itu memahami dan mengerti. Jadi tidak hanya anak muda saja,

orang tua juga perlu literasi. Untuk itu, literasi jangan diartikan dengan hanya membaca saja, tetapi merubah informasi yang lebih jelas kepada semua. “Selain itu literasi digital merupakan strategi edukasi untuk pemerataan kualitas pendidikan,” bebernya.

Supriono meminta, agar setiap sekolah didorong untuk melaksanakan digitalisasi sekolah, salah satunya penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Banyak dampak positif UNBK, diantaranyaberdasarkan hasil penelitian tingkat stres para siswa maupun tenaga pendidik dan pengawas menjadi berkurang. “Jika tidak diberikan literasi digital, anak-anak akan sulit menyaring informasi yang disediakan media sosial,” imbuhnya.

Saat ini, sambung dia, hal terberat yang dihadapi pemerintah adalah merubah pola pikir

lama dengan yang baru, yakni mengajarkan anak untuk berpikir terbuka dan jangan lawan perubahan. “Kalau anak-anak yang tidak dibina akan sulit bersaing dengan kemajuan jaman,” terangnya. Ia menambahkan, dengan metode 4 C (Communication, Colaboration, Critical Thinking dan Creativity) bisa menghasilkan generasi muda yang memiliki karakter. “Orang sukses itu tidak ditentukan akademisnya, karena orang sukses adalah orang yang bisa menjaga keseimbangan otak kiri dan otak kanan,” tukasnya.

 

Baca Juga :