Periode Skolastik

   Periode Skolastik (800-1500)

Zaman Skolastik dimulai sejak abad ke-9. Kalau tokoh masa Patristik adalah pribadi-pribadi yang lewat tulisannya memberikan bentuk pada pemikiran filsafat dan teologi pada zamannya, para tokoh zaman Skolastik adalah para pelajar dari lingkungan sekolah-kerajaan dan sekolah-katedral yang didirikan oleh Raja Karel Agung (742-814) dan kelak juga dari lingkungan universitas dan ordo-ordo biarawan.

Dengan demikian, kata “skolastik” menunjuk kepada suatu periode di Abad Pertengahan ketika banyak sekolah didirikan dan banyak pengajar ulung bermunculan. Namun, dalam arti yang lebih khusus, kata “skolastik” menunjuk kepada suatu metode tertentu, yakni “metode skolastik”.

Dengan metode ini, berbagai masalah dan pertanyaan diuji secara tajam dan rasional, ditentukan pro-contra-nya untuk kemudian ditemukan pemecahannya. Tuntutan kemasukakalan dan pengkajian yang teliti dan kritis atas pengetahuan yang diwariskan merupakan ciri filsafat Skolastik.

Sesudah agustinus: keruntuhan. Satu-satunya pemikir yang tampil kemuka ialah: Skotus Erigena (810-877). Kemudian: Skolastik, disebut demikian karena filsafat diajarkan pada universitas-universitas (sekolah) pada waktu itu. Persoalan-persoalan: tentang  pengertian-pengertian umum (pengaruh plato). Filsafat mengabdi pada theologi. Yang terkenal: Anselmus (1033-1100), Abaelardus (1079-1142)[6]. Periode ini terbagi menjadi tiga tahap[7]:

  1. Periode Skolstik awal (800-1200)

Sejak abad ke-5 hingga ke-8 M pemikiran filsafat Patristik mulai merosot, terlebih lagi pada abad ke-6 dan 7 di katakan abad kacau. Hal ini di sebabkan karena pada saat itu terjadi serangan terhadap romawi, sehingga kerajaan Romawi beserta peradabannya ikut runtuhyg telah di bangun selama berabad-abad di bangun

Baru pada abad ke-8 M kekuasaan berada di bawah Karel Agung ( 742-814 ) baru dapat memberikan suasana ketenangan dalam bidang politik, kebudayaan dan ilmu pengetahuan. Termasuk kehidupan manusia serta pemikiran filsafat yang kesemuanya menampakkan mulai adanya kebangkitan. Kebangkitan inilah merupakan kecermelangan abad pertengahan, di mana arah pemikirannya berbeda sekali dg sebelum nya

Pada saat inilah merupakan zaman baru bagi bangsa Eropa yang di tandai dengan Skolastik yang di dalam nya banyak di upayakan ilmu pengetahuan yang di kembangkan di sekolah-sekolah. Pada mulanya Skolastik ini timbul pertama kalinya di biara Italia selatan dan akhirnya sampai berpengaruh ke Jerman dan Belanda

Zaman ini berhubungan dengan terjadinya perpindahan penduduk, yaitu perpindahan bangsa Hun dan Asia masuk ke Eropa sehingga bangsa jerman pindah melewati perbatasan kekaisaran Romawi yang secara politik sudah mengalami kemerosotan. Karena situasi yang ricuh, tidak banyak pemikiran filsafat yang patut di tampilkan pada masa ini. Namun, ada beberapa tokoh dan situasi penting yang harus diperhatiakan dalam memahami filsafat masa ini.[8]

 

sumber ;

Asphalt Street Storm Racing 1.5.1e Apk for android