Perintah Mencintai Al-qur’an dan Hadits

Perintah Mencintai Al-qur'an dan Hadits

Perintah Mencintai Al-qur’an dan Hadits

Perintah Mencintai Al-qur'an dan Hadits
Perintah Mencintai Al-qur’an dan Hadits

Perintah menyayangi Al-qur’an dan hadits banyak dijumpai dan dijumpai dalam Al-qur’an maupun hadits, diantaranya yakni sebagai diberikut :

Surah Ali-imran ayat 31

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Artinya : “Katakanlah (Muhammad), Jika engkau menyayangi Allah, ikutilah Aku, pasti Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu, “Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang”.
Ayat tersebut sebut bahwa orang yang menyayangi Allah, haruslah mengikuti Nabi Muhammad saw., Sedangkan orang yang menyayangi Allah, berarti dia menyayangi Al-qur’an sebagai kalam-Nya. Dia pun harus mengikuti anutan Nabi Muhammad saw., berarti mendapatkan dan menyayangi hadits sebagai ajaran-ajaran beliau.

Rasulullah swa., pernah berpesan kepada ummatnya semoga senantiasa berpegang teguh keduanya yakni Al-qur’an dan Hadits, alasannya yakni dengan berpegang teguh kepada keduanya maka mereka tidak akan sesat, baik didunia terlebih lagi kelak diakhirat.

Rasulullah saw., bersabda

تَرَكْتُ فِيْكُمْ اًمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ . (رواه مالك
Aku tinggalkan kepadamu dua perkara, engkau tidak akan sesat selama engkau berpegang kepada keduanya, yaitu Kitab Allah (Al-Qu’an) dan sunah Nabi-Nya (hadits). (H.R.Malik)

Dalam sebuah hadits Rasulullah saw., yang diriwayatkan oleh Iman Al-Bukhari Nabi Muhammad saw., menyatakan bahwa untuk mencapai kenikmatan kepercayaan ada beberapa syarat dan syarat yang utama yakni menyayangi Allah dan Rasulnya.

عَنْ أَنَسٍ عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا ، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِى النَّارِ
Artinya : “Ada tiga hal yang barang siapa mencapainya, dia akan mencicipi nikmatnya kepercayaan : Allah dan Rasulnya lebih dicintai melebihi segala-galanya, menyayangi orang lain spesialuntuk alasannya yakni Allah, dan membenci kekafiran sebagaimana dia kebenciannya dimasukkan kedalam api neraka (H.R,Al-Bukhari dari Anas bin Malik)

Baca Juga: