Pengungkapan Operasi Luar Negeri

Pengungkapan Operasi Luar Negeri

Pengungkapan Operasi Luar Negeri

Pengungkapan Operasi Luar Negeri
Pengungkapan Operasi Luar Negeri

Investor di seluruh dunia telah menjadi sangat tertarik dan berkepentingan dengan operasi-operasi luar negeri dengan alas an munculnya: kurs mengambang, inflasi global, meningkatnya nasionalisme, dan ketidakpastian politik.

Permintaan akan pengungkapan yang lebih luas mengenai operasi-operasi multinasional kepada public umum ditimbulkan karena adanya peningkatan perhatian pada dampak social dan ekonomi perusahaan multinasional atas negara investor. Sehingga para pengguna informasi dapat menilai dampak dari operasi di berbagai tempat utama dunia atas perusahaan secara keseluruhan.

Penentang pengungkaan operasi luar negeri disebabkan:

– Mungkin membahayakan posisi kompetitif perusahaan.

– Terlalu mendetail bagi laporan keuangan yang bertujuan umum

– Membingungkan pengguna laporan keuangan

– Pengungkapan operasi luar negeri didapati tidak menimbulkan dampak-dampak signifikan kepada pasar. Namun diluar hal tersebut, terdapat semacam dorongan baik pada tingkat nasional maupun internasional untuk mewajibkan lebih banyak pengungkapan mengenai operasi luar negeri perusahaan, dimana pengungkapan dianggap sebagai suplemen yang berguna bagi informasi konsolidasi.

Kewajiban Pelaporan

FAS mewajibkan pengungkapan informasi secara terpisah mengenai operasi luar negeri sebuah perusahaan per area greografis. Namun pengungkapan tersebut hanya diwajibkan jika operasi luar negeri atau asset operasi luat negeri memberikan kontribusi 10 % atau lebih tinggai bagi pendapatan konsolidasi atau asset konsolidasi. Informasi yang diminta oleh FAS meliputi:

  1. Pendapatan, dengan pengungkapan terpisah untuk :

– Penjualan kepada pelanggan diluar negeri

– Penjualan atau transfer antar area geografis

– Basis-basis transfer harga yang digunakan

  1. Laba operasi, laba bersih, atau berbagai ukuran profitabilita yang lainnya, sepanjang ukuran yang dipakai konsisten untuk seluruh area geografis.
  2. Aset-aset yang bisa diidentifikasi

Kewajiban pelaporan informasi yang diminta oleh SEC, meliputi:

– Penjualan operasi lainnya per segmen

– Hasil-hasil operasi per segmen

– Aset yang digunakan, baik jumlah moneter ( sebagai prosentasi dari total asset konsolidaasi)

– Basis taransfer harga antar segmen

Sedangakan OECD meminta sejumlah penggungkapan, meliputi:

– Area-area geografis tempat operasi dijalankan dan aktivitas utama yang dijalankan oleh perusahaan induk dan perusahaan afiliasinya.

– Hasil operasi dan penjualan per area geografis dan penjualan per lini bisnis utama bagi perusahaan secara keseluruhan

– Investasi modal baru yang signifikan per area geografis

– Jumlah karyawan rata-rata dalam masing-masing area geografis.

Sumber : https://www.anythingbutipod.com/