Pengumpulan data wawancara

 Pengumpulan data wawancara

Orang yang menjadi narasumber kami adalah  laki-laki parubaya barnama Karno, umurnya 85 tahun, pekerjaannya petani, alamat Desa Talang Leak. Pendapat yang telah kami dapatkan yaitu; Sekitar tahun 1950-an terjadi banjir yang sangat besar yang menenggelamkan area persawahan dan tempat tinggal penduduk.kemudian,pada tahun 1980-an dibangunlah sebuah tanggul (sekarang digunakan untuk jalan ke desa semelako ) yang katanya jika tanggul itu tidak dibangun maka masyarakat Desa  Bungin, Semelako, Talang Leak, Ujung Tanjung  dan desa Limauupit tidak bertani lagi seperti sekarang ini. Bekas dari banjir itulah yang sekarang di sebut dengan Pasir Lebar dan disana jugalah terdapat aliran anak sungai dari pegunungan. Masyarakat setempat biasa menyebutkannya dengan Air Bunga (Belerang).

Dan sekitar Pasir Lebar terdapat pohon keramat biasa di sebut dengan pohon Bingin. Pohon Bingin itu di gunakan sebagai tempat lokasi  untuk pembuangan apem itu sendiri di adakan setahun sekali tepatnya pada akhir tahun. Selain untuk tempat di percayakan para warga sebagai tempat permohonan (misalnya untuk jabatan) syaratnya adalah dengan membawa sesajen seperti  membakar kemenyan, ada niat yang baik, serta dengan nazar.

Proses pembuangan itu sendiri dengan membawa bahan sesajen lainnya ke lokasi. Setelah sampai ke lokasi apem itu didoakan terlebih dahulu dan di bagikan kepada orang-orang yang menyaksikan tradisi tersebut. Dan yang ikut dalam pembuangan apem ini adalah Ketua adat, tokoh, masyarakat dan lain-lain, yang ingin menyaksikan proses pembuangan apem itu sendiri. Dalam pembuangan apem ini ada lima desa yang ikut serta adalah Desa Semelako, Bungin, Pelabuhan, Pungguk Pedaro, dan Karang Dapo.

Tradisi pembuangan apem ini harus di lakukan setiap akhir tahun jika tidak masyarakat setempat akan di datangi harimau yang akan masuk ke desa mereka terutama di desa Semelako.

sumber :