Pengertian Tawassul dan Hukumnya

Pengertian Tawassul dan Hukumnya

Pengertian Tawassul dan Hukumnya

Pengertian Tawassul dan Hukumnya
Pengertian Tawassul dan Hukumnya

TAWASSUL DAN HUKUMNYA

A.Pengertian Tawassul

Tawassul atau wasilah adalah dua kata yang secara bahasa memiliki arti yang sama. Kata tawassul diambil dari kata; توسل – يتوسل – توسلا Apabila seseorang melakukan suatu amal untuk mendekatkan dirinya dengan amal tersebut kepada siapa yang dimaksud.

Sedang kata wasilah diambil dari kata:
وسل – يسل – وسلا Apabila seseorang melakukan upaya pendekatan karena suatu keinginan.

Kata “wasilah” secara bahasa memiliki beberapa pengertian khusus dibanding dengan kata “tawassul”. Ia memiliki pengertian suatu kedudukan di sisi seorang raja, suatu derajat dan kedekatan. Bisa juga diartikan sebagai suatu derajat paling tinggi di syurga, sebagaimana yang dimaksud dalam sabda Rasulullah s.a.w: “… kemudian memohonlah kepada Allah S.W.T untukku al-wasilah, yaitu suatu derajat di syurga yang tidak pantas kecuali bagi salah seorang diantara hamba Allah. Dan aku berharap orang tersebut adalah aku. Barang siapa memohon (kepada Allah) bagiku al-wasilah maka ia berhak untuk mendapat syafa’at”. H.R. Muslim.

Sedang dalam istilah syara’ tawassul adalah suatu amal yang dilakukan oleh seorang hamba baik yang wajib atau sunnah untuk mendekatkan dirinya kepada Allah S.W.T dan mengantarkannya untuk meraih ridlo-Nya.

Allah berfirman: artinya: “Hai orang-orang beriman bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan”. Q.S. Al Maidah: 35.

B. Syarat Bertawassul

1. Orang yang bertawassul harus seorang mukmin yang shalih.
2. Amal yang dipersembahkan adalah amal yang disyari’atkan Allah S.W.T kepada hamba-Nya untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya.
3. Amal yang disyari’atkan tersebut dalam pelaksanaannya harus sesuai dengan petunjuk dan contoh Rasulullah s.a.w.

Allah S.W.T berfirman:
Artinya: “Hai orang-orang beriman bertaqwalah kalian kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada –Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kalian mendapat keberuntungan”. Q.S. Al-Maidah: 35.

Allah S.W.T berfirman: Artinya: “Katakanlah: “Panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan) selain Allah, maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya dari padamu dan tidak pula memindahkannya”.(56) “Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan yang mendekatkan kepada Tuhan mereka, siapa diantara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti”. Q.S. Al-Isra: 56-57.

C. Rukun Tawassul

1. Al- Mutawassal Ilaih (siapa yang dituju dalam bertawassul) yaitu; Allah S.W.T Maha Pemilik karunia dan nikmat.
2. Al-Wasil atau Al-Mutawassil (orang yang bertawassul) yaitu; seorang hamba yang lemah, sangat butuh dan memohon kedekatan dengan Allah S.W.T karena sangat berharap untuk dipenuhi kebutuhannya untuk mendapatkan segala macam kebaikan dan dijauhkan dari semua keburukan dan kejahatan.
3. Al-Mutawassal Bih (apa yang dipersembahkan dalam bertawassul) yaitu amal shalih yang dipersembahkan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah S.W.T.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/