PENGERTIAN SARANA BERPIKIR ILMIAH

PENGERTIAN SARANA BERPIKIR ILMIAH

PENGERTIAN SARANA BERPIKIR ILMIAH

PENGERTIAN SARANA BERPIKIR ILMIAH

Berfikir ilmiah adalah

berfikir yang logis dan empiris. Logis adalah masuk akal, dan  empiris adalah dibahas secara mendalam berdasarkan fakta yang dapat dipertanggung jawabkan, selain itu  menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan, memutuskan, dan mengembangkan. Berpikir merupakan sebuah proses yang membuahkan pengetahuan. Proses ini merupakan serangkaian gerak pemikiran dalam mengikuti jalan pemikiran tertentu yang akhirnya sampai pada sebuah kesimpulan yang berupa pengetahuan.

Berpikir ilmiah adalah kegiatan akal yang menggabungkan induksi dan deduksi. Induksi adalah cara berpikir yang di dalamnya kesimpulan yang bersifat umum ditarik dari pernyataan-pernyataan atau kasus-kasus yang bersifat khusus, sedangkan, deduksi ialah cara berpikir yang di dalamnya kesimpulan yang bersifat khusus ditarik dari pernyataan-pernyataan yang bersifat umum.

      Sarana berpikir ilmiah pada dasarnya merupakan alat yang membantu kegiatan ilmiah dalam berbagai langkah yang harus ditempuh. Sarana ilmiah merupakan suatu alat, dengan alat ini manusia melaksanakan kegiatan ilmiah. Pada saat manusia melakukan tahapan kegiatan ilmiah diperlukan alat berpikir yang sesuai dengan tahapan tersebut. Manusia mampu mengembangkan pengetahuannya karena manusia berpikir mengikuti kerangka berpikir ilmiah dan menggunakan alat-alat berpikir yang benar.

      Untuk mendapatkan ilmu diperlukan sarana berpikir ilmiah. Sarana berpikir diperlukan untuk melakukan kegiatan ilmiah secara baik dan teratur. Sarana berpikir ilmiah ada empat, yaitu: bahasa, logika, matematika dan statistika. Sarana berpikir ilmiah berupa bahasa sebagai alat komunikasi verbal untuk menyampaikan jalan pikiran kepada orang lain, logika sebagai alat berpikir agar sesuai dengan aturan berpikir sehingga dapat diterima kebenarannya oleh orang lain, matematika berperan dalam pola berpikir deduktif sehingga orang lain dapat mengikuti dan melacak kembali proses berpikir untuk menemukan kebenarannya, dan statistika berperan dalam pola berpikir induktif untuk mencari kebenaran secara umum.

      Dalam proses pendidikan, sarana berpikir ilmiah ini merupakan bidang studi tersendiri. Dalam hal ini kita harus memperhatikan 2 hal, yaitu :

  1. Sarana ilmiah bukan merupakan kumpulan ilmu, dalam pengertian bahwasarana   ilmiah   itu   merupakan   kumpulan   pengetahuan   yang   didapatkanberdasarkan metode ilmiah. Seperti diketahui, salah satu diantara ciri-ciri ilmuumpamanya   adalah   penggunaan   induksi   dan   deduksi  dalam  mendapatkan pengetahuan. Sarana berpikir ilmiah tidak mempergunakan cara ini dalam mendapatkan pengetahuannya. Secara lebih jelas dapat dikatakan bahwa ilmu mempunyai   metode   tersendiri   dalam   mendapatkan   pengetahuaannya   yang berbeda dengan sarana berpikir ilmiah.
  2. Tujuan mempelajari sarana berpikir ilmiah adalah untuk memungkinkan kita untuk   menelaah   ilmu   secara   baik.   Sedangkan   tujuan   mempelajari   ilmu dimaksudkan   untuk   mendapatkan   pengetahuan   yang   memungkinkan   kita untuk dapat memecahkan masalah kita sehari-hari. Dalam hal ini maka saranaberpikir   ilmiah   merupakan   alat   bagi   cabang-cabang   ilmu   untuk mengembangkan materi pengetahuaannya berdasarkan metode ilmiah.

      Jelaslah bahwa mengapa sarana berpikir ilmiah mempunyai metode tersendiri yang berbeda dengan metode ilmiah dalam mendapatkan pengetahuaannya sebab fungsi sarana berpikir ilmiah adalah membantu proses metode ilmiah dan bahkanmerupakan ilmu tersendiri.


Sumber: https://blog.fe-saburai.ac.id/seva-mobil-bekas/