Pengertian Agama dan Sosial

Pengertian Agama dan Sosial

          Studi agama adalah kajian ilmiah tentang agama.Mencakup segala sesuatu yang berhubungan dengan agama.Frank Whaling membaginya kepada dua bagian ,yaitu tentang the major tradition dan the minor living tradition[1].Major tradition adalah seluruh agama yang ada di dunia,sedangkan the minor living tradition adalah sekte-sekte yang ada dalam masing-masing agama.

            Dengan demikian,studi agama mencakup segala hal tentang agama.Menyangkut isi ajaran agama dan aplikasi pada perilaku manusia.sejalan dengan itu,studi agama menggunakan berbagai pendekatan dan metode,seperti pendekatan filsafat,sosiologi,antrapologi,sejarah,phenomenologi,psikologi,linguistik,dan lain-lain,termasuk pendekatan agama itu sendiri,khususnya pendekatan teologi.Studi agama adalah kegiatan’keilmuan’bukan kegiatan’keagamaan’.kegiatan keilmuan mengandalkan perlunya pendekatan kritis,analitis,dan historis,sedangkan kegiatan keagamaan lebih menonjolkan sikap pemihakan,idealitas dan bahkan sering diwarnai dengan pembelaan secara apologis.

Selanjutnya pengertian agama ditinjau dari segi istilah (terminology).birikut defenisi agama yang telah berhasil diformulasikan oleh Harun Nasutiaon sebagai mana dikutip Muhammad Alim. Menurutnya, agama dapat diberidefenisisebagai berikut:

  1. Pengakuan terhadap adanya hubungan manusia dengan kekeatan gaib yang harus dipatuhi;
  2. Pengakuan terhadap adanya kekuatan gaib yang menguasi manusia
  3. Mengingatkan manusia  pada suatu bentuk hidup yang mengandung pengakuan pada suatu sumber yang berada diluar manusia yang mengaruhi perbuatan-perbuatan manusia;
  4. kepercaYaan pada satu suatu kekuatan gaib yang menimbulkan cara hidup tertentu;
  5. suatu system tingkah laku (code of conduced)

berbeda dengan Hrun Nasution, Mulyanto mempunyai cara sendiri dalam mendefenisikan istilah agama. Dia memandang agama karakteristik-karakteristik  yang menandai apirasi seseorang yang terkesan relegius. Baginya, seseorang yang religious tampak sebagai orang yang telah memebebaskan diri dari belennggu keinginan yang egois dan di asyikkan oleh pikiran-pikiran ,perasaan-perasaan apresias-apresiasi superpersonal melulu memuja kelebuhan dirinya. Baginya, yang penting adalah kekeuatan subtansi superpersonal dan kedalamaman keyakinna tanpa mengaitkan keberadaan yang maha suci. Oleh karena itu. Oelh karna itu orang yang religius orang yang tulus, dalam pengertian bahwa dia tidak meragukan akan kebesaran dan kehebatan objek-objek sepersonal yang tidak membutuhkan fondasi rasional.

sumber :

https://solopellico3p.com/beli-mobil-bekas/