Pengaturan di tingkat pasca transkripsi

Pengaturan di tingkat pasca transkripsi

. Pengaturan di tingkat pasca transkripsi

Pengaturan di tingkat pasca transkripsi

Meruapakan pengaturan setelah terbentuknya mRNA dan selama transport RNA dari inti ke sitoplasma.

  1. Penyuntingan RNA

Pada beberapa keadaan, RNA mengalami beberapa perubahan setelah transkripsi. Pada semua jaringan urutan gen adalah sama. Namun mRNA yang di transkripsikan dari gen tersebut berbeda. Walaupun belum sepenuhnya di pahami, tampaknya mekanisme yang digunakan melibatkan perubahan basa, penambahan atau pengurangan sebuah nukleotida setelah transkrip disintesa. salah satu contoh penyuntingan RNA terjadi pada pembentukan apoprotein B (apo B) yang di sintesa di sel hati dan usus dan berfungsi sebbagai lipoprotein yang dihasilkan oleh jaringan tersebut. Walaupun apoprotein tersebut di kode oleh gen yang sama, versi protein yang dibentuk di hati (B-100) mengandung 4563 residu asam amino, sedangkan yang dibentuk di sel usus (B-48) hanya memiliki 2152 asam amino.

  1. Transport mRNA

Pada sel eukariot, mRNA harus berpindah dari inti melalui pori-pori inti ke sitoplasma agar dapat di translasikan. Nuklease menguraikan mRNA, mencegah pembentukan protein yang di kode oleh mRNA. selama transportasi ini mRNA terikat pada protein yang membantu penguraiannya.

sumber :

https://advertorial.co.id/belpaese-apk/