Pemeliharaan Tanaman Durian

Pemeliharaan Tanaman Durian

Pemeliharaan Tanaman Durian

Pemeliharaan Tanaman Durian
Pemeliharaan Tanaman Durian

Penyiraman Pada Budidaya Durian

Pada awal pertumbuhan dilakukan setiap hari saat musim kemarau. Pada saat tanaman berbuah penyiraman dilakukan 1 – 3 kali seminggu di musim kemarau. Kekurangan air akan mengakibatkan kerontokan buah. Penyiraman paling baik dilakukan pada pagi hari.

Penyiangan Pada Budidaya Durian

Penyiangan dilakukan untuk menghindari perebutan unsur hara dan cahaya matahari antara tanaman utama dengan gulma atau tanaman pengganggu. Selain itu penyiangan juga bertujuan untuk menjaga kelembaban areal budidaya durian sekaligus untuk mengurangi inang hama dan penyakit yang berpotensi menyerang tanaman durian. Penyiangan pada tanaman muda harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak terjadi kerusakan pada akar tanaman.

Pemupukan Pada Budidaya Durian

Pemupukan dilakukan dengan cara menggali tanah sebagai tempat pemupukan di bawah tajuk tanaman. Penggalian tanah jangan terlalu dalam karena dapat merusak perakaran. Pupuk ditabur merata di bawah tajuk tanaman dan ditutup kembali dengan tanah. Pemupukan pada fase awal pertumbuhan sampai tahun ke-3 dengan menggunakan pupuk NPK dengan kadar Nitrogen tinggi. Waktu pemupukan sekali setahun pada akhir musim hujan atau awal musim kemarau. Dosis pemupukan per-tanaman yaitu, umur 1 tahun 500 g NPK + 100 g urea, umur 2 tahun 1 kg NPK + 200 g urea, umur 3 tahun 1,5 kg NPK + 300 g urea, umur 4 tahun 2,5 kg NPK. Pupuk organik padat perlu ditambahkan sebanyak 20 – 40 kg/tanaman setiap tahun. Pemberian pupuk kandang bisa dilakukan bersamaan dengan pemberian pupuk kimia. Untuk menghindari kerontokan buah, pemupukan juga perlu dilakukan pada saat tanaman berbunga dengan dosis 3 kg NPK 15-15-15 + 500 g kalsium per-tanaman.

Pemangkasan Pada Budidaya Durian

Pemangkasan dilakukan pada tunas-tunas air, cabang atau ranting yang sudah mati dan terserang hama penyakit, cabang atau ranting yang tumbuh vertikal, cabang atau ranting yang tumbuh ke arah batang utama, serta ranting-ranting yang tidak terkena sinar matahari. Ketika tanaman mencapai ketinggian 4-5 m, pucuk tanaman dipangkas.

Penyerbukan Pada Budidaya Durian

Bungan durian mekar pada sore sampai malam hari sehingga sangat sedikit serangga yang dapat menyerbuki. Jadi tidak mengherankan jika tidak semua bunga bisa menjadi buah. Oleh karena itu untuk mengoptimalkan pembuahan perlu dilakukan penyerbukan buatan dengan cara menyapukan kuas halus pada bunga yang telah mekar pada malam hari. Untuk memaksimalkan kualitas dan kuantitas, sebaiknya dalam satu areal penanaman tidak hanya ditanami satu jenis varietas tertentu, tetapi dicampur dengan beberapa varietas lain.

Baca Juga: Budidaya Jamur Tiram

Perawatan Buah Durian

Penyeleksian buah dilakukan setelah buah durian berdiameter 5 cm. Sisakan dua buah terbaik dengan jarak ideal antara buah satu dengan yang lain sekitar 30 cm. Tanaman durian yang baru pertama kali berbuah sebaiknya dipelihara satu atau dua butir buah. Buah yang sudah mencapai ukuran optimal harus diikat menggunakan tali rafia, agar buah yang telah mencapai matang sempurna tidak jatuh ke tanah, tetapi menggantung pada tali yang sudah dipasang.

Pemanenan Buah Durian

Buah durian mengalami tingkat kematangan sempurna 4 – 5 bulan setelah bunga mekar. Waktu petik berdasar tanda-tanda fisik, misal ujung duri coklat tua, garis-garis di antara duri lebih jelas, tangkai buah lunak dan mudah dibengkokkan, ruas-ruas tangkai buah membesar, baunya harum, terdengar bunyi kasar dan bergema jika buah dipukul. Panen dilakukan dengan menunggu buah yang sudah matang jatuh dan menggantung pada tali yang sudah dipasang. Cara lain penen buah durian yaitu dengan memetik atau memotong buah di pohon menggunakan pisau atau galah berpisau. Bagian yang dipotong adalah tangkai buah dekat pangkal batang dan usahakan buah durian tidak sampai terjatuh karena mengurangi kualitas buah. Buah yang dipetik langsung, dianginkan 1-2 hari, kemudian diperam