PEMBENIHAN BUDIDAYA IKAN NILA

PEMBENIHAN BUDIDAYA IKAN NILA

PEMBENIHAN BUDIDAYA IKAN NILA

PEMBENIHAN BUDIDAYA IKAN NILA
PEMBENIHAN BUDIDAYA IKAN NILA

Benih merupakan faktor terpenting untuk mencapai keberhasilan budidaya ikan nila. Oleh sebab itu benih ikan nila harus tersedia dalam jumlah cukup serta berkualitas tinggi. Pembenihan ikan nila dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi sederhana sampai intensif.

Penyiapan Induk Ikan Nila

Keberhasilan usaha budidaya ikan nila subsektor pembenihan sangat dipengaruhi oleh keadaan dan kualitas induk ikan nila. Oleh sebab itu induk ikan nila yang digunakan harus diperoleh dari instansi perikanan atau pihak lain yang ditunjuk sebagai penyedia induk. Hal ini harus dilakukan agar keaslian dan kemurnian genetik dapat dipertahankan.

Ciri-ciri fisik induk jantan serta betina berkulitas baik adalah sehat, bentuk normal, tahan terhadap serangan penyakit dan perubahan lingkungan, sisik besar tertata rapi, kepala relatif lebih kecil, badan tebal, gerakan lincah, serta respon baik terhadap pakan tambahan.

Ikan nila gift mulai dipijahkan setelah berumur 5 – 6 bulan. Selang waktu pemijjahan berkisar 3 – 6 minggu. Masa produktif ikan nila gift sebagai induk berkisar antara 1,5 – 2 tahun. Bila sudah berumur dua tahun induk ikan nila harus segera diganti. Biasanya induk dengan umur lebih dari dua tahun sudah tidak produktif lagi. Bila tetap dipijahkan kualitas benih akan menurun.

Sebelum dipijahkan induk ikan nila jantan dan betina harus dipisahkan. Tujuannya adalah untuk mendapatkan telur berkualitas baik, memudahkan penyeleksian induk yang sudah dan belum memijah serta menghindarkan terjadinya pemijahan liar. Pakan tambahan diberikan sebanyak 3% dari bobot total.

Pembenihan Sistem Ekstensif

Kolam pemijahan dibuat dengan bentuk persegi panjang. Dasar kolam terdiri dari tiga bagian, yaitu pelataran, kemalir, dan kobakan. Kobakan dibuat untuk memisahkan benih dengan induk ikan nila. Kobakan dibuat dua buah, satu untuk penampungan induk yang terletak di dekat pintu pengeluaran, dan satu untuk penampungan benih yang dibuat di depan kobakan penampungan induk. Kobakan penampungan induk dibuat dengan kedalaman 4 cm panjang dan lebar disesuaikan dengan jumlah induk yang dipelihara. Sementara kobakan untuk penampungan benih ikan nila dibuat dengan kedalaman 15 cm.

Pemupukan perlu dilakukan dengan dosis 300 – 400 g/m2 menggunakan pupuk kandang yang telah difermentasi. Pemupukan kolam bertujuan untuk menyediakan pakan alami larva ikan nila yang sudah menetas, sehingga akan diperoleh benih yang berkualitas baik. Kolam pemijahan diairi hingga mencapai ketinggian air 30 – 40 cm. Penebaran induk dilakukan dengan perbadindan 1 ekor jantan dan 3 ekor betina dengan kapadatan 1 ekor/m2. Pakan tambahan harus mengandung protein minimal 25% dan diberikan sebanyak 3% bobot induk setiap hari.

Panen dilakukan saat benih masih kecil yaitu benih berukuran 8-12 mm atau benih berukuran 2-3 cm. Pemanenan dilakukan dengan cara menyurutkan air perlahan hingga mencapai ketinggian tertentu. Biasanya induk akan masuk kemalir lalu tertampung dalam kobakan. Sementara larva akan mencari aliran air baru dan naik melalui kemalir kemudian larva akan tertampung dalam kobakan penampungan benih. Benih yang sudah tertampung dalam kobakan bisa diambil dengan hati-hati menggunakan jaring halus dan ditampung dalam hapa yang sudah disiapkan. Seleksi benih dilakukan dengan menggunakan ayakan yang diberi lubang sesuai dengan ukuran yang dikehendaki. Benih berukuran lebih kecil akan keluar melalui lobang tersebut.

Larva belum bisa langsung dipelihara dalam kolam pendederan, tetapi terlebih dahulu harus dipelihara dalam kolam pemeliharaan benih selama 3-4 minggu hingga benih ikan nila mencapai ukuran 3-5 cm. Kolam pemeliharaan benih harus dipersiapkan 5-7 hari sebelum panen larva. Pemupukan pada kolam pemeliharaan benih juga perlu dilakukan dengan dosis 300-400 g/m2. Penebaran dilakukan pada hari yang sama saat panen larva dengan padat penebaran 150-250 ekor/m2. Pemberian pakan tambahan menggunakan tepung pelet dengan kandungan protein minimal 25%. Untuk 100.000 ekor larva pemberian pakan per hari pada minggu I sebanyak 1 kg, minggu II sebanyak 1,5-2,5 kg, minggu III sebanyak 3-4 kg, minggu IV sebanyak 4,5-5,5 kg. Debit air yang masuk ke dalam kolam sebanyak 1-2 liter/detik.

Baca Juga: