Pelaksanaan Pancasila Dalam Berbangsa Dan Bernegara

Pelaksanaan Pancasila Dalam Berbangsa Dan Bernegara

 Pelaksanaan Pancasila Dalam Berbangsa Dan Bernegara

 Pelaksanaan Pancasila Dalam Berbangsa Dan Bernegara

Pelaksanaan Pancasila dapat dibedakan antara yang obyektif dan subyektif Yang dimaksut dengan pelaksanaan obyektif adalah bahwa Pancasila harus dilaksanakan dalam UUD , penguasa negara yang meliputi :

  1. Semua bidang kekuasaan baik legislatif , eksekutif maupun yudikatif
  2. Semua bidang usaha kenegaraan dan kemasyarakatan dalam hal menentukan kebijaksanaan dalam haluan negara .

Pelaksanaan yang subjektif maksudnya ialah pelaksanaan dalam pribadi perseorangan , warga negara , penguasa negara , dan penduduk. Pelaksanan pancasila yang subjektif ini ialah terutama penting karena merupakan persyaratan yang sebaik baiknya bagi berhasilnya pelaksanaan yang objektif .

REALISASI PELAKSANAAN PANCASILA YANG SUBJEKTIF

Ini dilakukan secara berangsur angsur dengan jalan pendidikan di sekolah , dalam masyarakat , dalam keluarga , didik diri sehingga dapat diperoleh berturut turut :

  1. Pengetahuan , sedapat mungkin yang lengkap dari pancasila
  2. Kesadaran ialah selalu dalam keadaan mengetahui keadaan dalam diri sendiri , selalu ingat dan setia kepada pancasila
  3. Ketaatan ialah selalu dalam keadaan bersedia melaksanakan pancasila lahir batin
  4. Kemampuan , ialah mampu untuk melaksanakan pancasila
  5. Mentalitas , watak hati dan nurani , sehingga orang selalu melaksanakan dengan sendirinya

Karena pancasila pun mempunyai sifat dasar kesatuan yang mutlak , yaitu berupa sifat kodrat manusia dalam kenyataan yang sewajarnya , ialah sifat perorangan (individu) dan makhluk sosial di dalam kesatuan yang bulat dan harmonis atau  dengan istilah yang lain monodualis (kedua tunggalan) . Kembali kita dalam pembicaraan bahwa pancasila mempunyai sifat sebagai pemersatu , asas persatuan , asas kesatuan , asas damai dan kerjasama mengingat juga bahwa bangsa Indonesia dimana warga warganya mempunyai kesamaan dan perbedaan , maka jelas dan mutlak bahwa pancasila itu sebagai pemersatu.

Didalam pengamalan pancasila itu perlu ditransformasikan menjadi tujuan hidup , tinjauan hidup , pedoman hidup , pegangan hidup , dasar sikap hidup sehingga kita sebagai manusia Indonesia jangan sampai mengubah atau meniadakan pancasila , karena mengubah atau meniadakan itu berarti suatu pertentangan dengan sifat hakikat negara kita sebagai negara hukum kebudayaan . Dengan sendirinya setiap usaha untuk meniadakan Pancasila atau mengubahnya juga merupakan hal yang bertentangan dengan hukum.

Pancasila sebagai asas persatuan , damai , kerja sama dan sebagainya . Dasar ini betul betul diliputi oleh semangat kekeluargaan . Kekeluargaan adalah inti dari pancasila , maka semangat kekeluargaan yang meliputi Undang Undang Dasar itu pun tidak dapat diubah atau ditiadakan dengan jalan hukum.

Mengingat pula bahwa hakikat keluarga itu ada pertaliannya dengan hubungan darah , maka semangat keluarga itu adalah bersumber pada cinta kasih yang menimbulkan persatuan dan kesatuan organis lahir dan batin , untuk mencapai tujuan hidup setiap bangsa dan keseluruhan berdasaran pedoman : satu buat semua , semua buat satu , semua buat semua

5 PENGERTIAN UUD/KONSTITUSI

  • Kesepakatan bersama (common platform) yang mengikat berbagai kelompok politik yang hidup dalam teritori tertentu.
  • Hukum dasar yang menetapkan struktur dan prosedur organisasi yang harus diikuti oleh otoritas publik agar keputusan-keputusan yang dibuat mengikat komunitas politik.

FUNGSI UUD/KONSTITUSI 

  • Sebagai dasar bagi pihak yang berkuasa untuk menjalankan kekuasaannya.
  • Sebagai kerangka kerja institusional bagi lembaga-lembaga negara, merupakan ‘kontainer’ dimana proses politik dan pemerintahan bekerja secara dinamis.
  • Mendefinisikan organ-organ inti pemerintahan dan jurisdiksinya.
  • Menetapkan hak-hak dan kewajiban dasar warga negara

 

Sumber :