MORFOLOGI TANAMAN JABON

MORFOLOGI TANAMAN JABON

MORFOLOGI TANAMAN JABON

MORFOLOGI TANAMAN JABON
Morfologi jabon adalah pengetahuan tentang bentuk pohon jabon, biasanya menyakut batang, daun, bunga digambarkan sebagai berikut.
1.      Batang
Pohon jabon dapat mencapat ketinggian 45 m dengan diameter 100-160 m dengan tinggi bebas cabang mencapai 30 m. Pertambahan diameter batang berkisar 7-10cm/tahun, pertambahan tinggi berkisar 3-6/tahun. Batang pohon jabon berdiri tegak lurus berbentuk silendris, berbanir dengan percabangan mendatar. Permukaan batang licin berwarna putih. Kulit luar batang ketika masih muda berwana putih kehijauan tanpa alur, tetapi setelah pertambahan umur pohon, batangpohon jabon akan berubah warna manjadi kelabu-coklat sampai coklat, sedikit beralur dangkal. Kulit batang tidak mengelupas, namun mudah mudah dikupas. Tajuk pohon jabon tinggi namun tidak lebat, cabang-cabang primer agak mendatar. Cabang-cabang bawah akan mengalami perontokan secara alami.
2.      Daun
Daun berwarna hijau terang hingga tua dan halus tanpa bulu dan tidak terlalu kesat seperti jati . Daun jabon berukuran 15 – 50 cm x 8 – 25 cm dengan panjang tangkai 2,5 – 6 cm. Di awal pertumbuhannya, yakni 2-3 bulan setelah tanam, pada tanah yang subur dan cukup air daun jabon dapat berkembang hingga berukuran panjang 68 cm dan lebar 38 cm. Permukaan daun jabon tidak berbulu atau kadang-kadang di sebelah bawah pada tulang daun terdapat rambut halus yang mudah lepas dan bertulang daun sekunder jelas (10-12 pasang). Daun jabon merupakan daun tunggal.
3.      Bunga dan buah
Pada umumnya pohon jabon berbunga pada umur 4-5 tahun. Musim berbungan biasanya pada bulan bulan Januari—Juni dan akan masak pada bulan Maret—Juni. Bunga kepala berukuran besar (4,5−6,0 cm), lidah daun kelopak letaknya tegak, berdaging, dan pada ujungnya berbulu. Daun mahkota pada bunga jabon seluruhnya tidak berbulu. Penyerbukan pada bunga umumnya terjadi pada awal pagi hari, yakni ketika produksi absolut polen per bunga sebanyak 4.566 butir dengan ukuran 19,3 x 20,2 μm. Beberapa jenis polinator yang biasanya membantu penyerbukan bunga jabon adalah lebah madu (Apis spp.), kupu-kupu, thrips, dan megachile.
Buah jabon berbentuk bulat dengan ukuran 4,5-6 cm, memiliki ruang-ruang biji yang sangat banyak layaknya buah majemuk seperti keluwih/nangka yang berukuran kecil dengan bagian tengah padat dikelilingi oleh ruang-ruang biji. Setiap ruang biji tersebut berisi banyak biji.

4.      Biji

Ukuran biji jabon kecil sekali, ada yang menulis jumlah biji kering per kg sekitar (18 – 26 juta /kg) atau sekitar 23.707.000/liter. Ukurannya yang kecil tersebut menyebabkan benih jabon mudah terbawa oleh angin dan air.
Bila digambarkan, buah jabon seperti buah nangka yang merupakan buah majemuk, dimana bagian tengah dikelilingi oleh ruang-ruang biji. Setiap ruang biji tersebut berisi kumpulan biji. Buah jabon mengandung biji yang ukurannya sangat kecil dan bila dikeringkan dapat bertahan selama satu tahun dalam wadah penyimpanan.Sumber : www.mikrobisnisjabon.com
sumber :