Mendikbud Ibaratkan Sekolah Swasta Kayak Jalan Tol

Mendikbud Ibaratkan Sekolah Swasta Kayak Jalan Tol

Mendikbud Ibaratkan Sekolah Swasta Kayak Jalan Tol

Mendikbud Ibaratkan Sekolah Swasta Kayak Jalan Tol
Mendikbud Ibaratkan Sekolah Swasta Kayak Jalan Tol

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) segera melakukan sistem zonasi

pada Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB). Rencananya, sistem ini akan mulai diterapkan pada tahun ajaran baru 2019.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, dalam penerapan sistem zonasi ini dirinya mengakui jika banyak pihak yang keberatan dengan kebijakan tersebut. Khususnya pada wali murid yang selalu ingin menyekolahkan anaknya di sekolah favorit meskipun bukan termasuk pada wilayahnya.

Bagi orangtua murid yang merasa keberatan lanjut Muhadjir, wali murid

bisa menjadikan sekolah swasta favorit sebagai alternatif. Karena jika disekolahkan di swasta favorit, maka anak tersebut tidak akan terdampak sistem zonasi dan tetap akan mendapatkan fasilitas dan pelajaran yang lebih.

“Pendidikan juga akan putaran private sektor swasta. Jadi tidak ada masalah kalau banyak masyarakat yang banyak lari ke swasta. Karena swasta memang dijadikan pilihan bagi mereka yang tidak puas,” ujarnya dalam acara Forum Merdeka Barat di Kantor Kominfo, Jakarta, Rabu (18/7/2018).

Muhadjir mengibaratkan, sekolah swasta sama halnya dengan jalan tol. Jika masyarakat ingin mendapatkan pelayanan yang lebih, maka harus membayar lebih dibandingkan jalan umum.

“Jadi ibaratnya masyarakat milih mau jalur umum atau jalur tol tapi bayar.

Kalau lewat jalur umum ya risikonya macet-macet tapi enggak bayar. Tapi kalau pengen enggak bayar ya lewat jalan umum,” jelasnya.

Oleh karenannya, untuk mendukung penerapan sistem ini, pihaknya akan menggandeng pihak swasta dan juga pemerintah daerah. Menurutnya peran sekolah swasta sangat dibutuhkan dalam penerapan sistem zonasi ini.

“Kalau menghitung iya, termasuk sekolah di swasta di zona itu. Apakah melibatkan swasta kita lihat . Sebetulnya tahun ini sudah bisa menghitung siapa yang akan masuk sekolah mana,” ujarnya.

 

Baca Juga :