Manajemen tanggap darurat

Manajemen tanggap darurat / Kedaruratan

Manajemen kedaruratan adalah seluruh kegiatan yang meliputi aspek perencanaan dan penanganan kedaruratan, pada saat menjelang, saat darurat dan sesudah terjadi keadaan darurat, yang mencakup kesiapsiagaan darurat, tanggap darurat, dan pemulihan darurat, termasuk didalamnya adalah transisi dari darurat kepemulihan khusunya pemulihan dini. Dari pengertian tersebut manajemen kedaruratan mencakup kegiatan-kegiatan paa tahap siaga darurat dan saat terjadi bencana serta pada fase transisi dari darurat kepemulihan. Posisi manajemen kadaruratan alam manajemen bencana adalah di mulai sejak adanya tana-tanda akan terjadinya bencana sampai dengan transisi dari kondisi darurat kepemulihan kondisi normal dimana kegiatan sosial ekonomi masyarakat sudah mulai berjalan walaupun dalam batas minimal.

v  Secara umum Manajemen Kedaruratan hampir sama dengan manajemen tradisional/umum, pemberdayaan terletak pada aspek-aspek berikut :

  • Waktu sangat mendesak, biasanya kondisi darurat hanya berlangsung singkat   oleh karena itu segala sesuatunya harus ditangani secara cepat dan tepat.
  • Semua keputusan berisiko tinggi
  • Kebutuhan lebih besar dari kemampuan sumber daya
  • Kewenangan koordinasi kabur

v  Manajemen Kedaruratan mempunyai beberapa tujuan, terutama yaitu untuk:

1)         Mencegah bertambah besarnya jumlah korban dan kerusakan/kerugian.

2)        Meringankan penderitaan. Dengan kegiatan tanggap darurat dan bantuan darurat, masyarakat/korban bencana mendapatkan perlindungan dan hak-hak dasarnya yang mengacu pada standar pelayanan minimum.

3)        tabilisasi kondisi korban/pengungsi.

4)        Mengamankan asset vital atau fasilitas kunci.

5)        Menyediakan pelayanan dasar dalam penanganan pasca-darurat.

6)        Meringankan beban masyarakat setempat.

7)        Dalam memenuhi kebutuhan dasar selama darurat, perlu diperhatikan hak-hak kelompok rentan.

 

sumber :