Macam-Macam Teknik Sampling

Macam-Macam Teknik Sampling

Macam-Macam Teknik Sampling

Macam-Macam Teknik Sampling
Macam-Macam Teknik Sampling

Probability Sampling

1) Simple random sampling adalah teknik untuk mendapatkan sample yang langsung dilakukan pada unit
sampling. Dengan demikian, setiap unit sampling sewbagai unsure populasi yang terpencil memeperoleh peluang yang sama untuk menjadi sanpel atau mewakili populasi. Teknik ini dapat dipergunakan jika jumlah unit sampling di dalam populasi tuidak terlalu besar. Misalnya, populasi terdiri da4ri 500 orang mahasiswa program S-1 (unit sampling). Untuk memeperoleh sample sebanyak 150 orang dari populasi tersebut, digunakan teknik ini, baik dengan cara undian, ordinal, maupun table bilangan random.

Dasar pengambilan sample cara ini ialah sebagai berikut :

Setiap anggota unit populasi berpeluang sama untuk dipilih menjadi sam-pel penelitian.
Populasi yang dihadapi merupakan suatu populasi yang terbatas (finit population) N tertentu = N bisa dihitung, hal ini perlu sekaloi jika menghadapib populasi yang tak terbatas (infite) dan parameter tidak diketahui untuk dipilih.
Sample tersebut harus mempunyai n yang cukup besar, walaupun relative kecil dibandingkan N. hal ini disebabkan jika parameter X, maka besar sample akan bias dekat dengan hasil perkatanya populasi U.
Jika teknik sampling laion yang lebih efisien tidak ada dan tidak mungkin untuk dilakukan.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan dengan teknik ini, seperti:

1. Undian. Misalnnya peneliti mau memilih 3 (tiga) orang mahasiswa teladan dari 40 orang mahasiswa teladan yang diajukan di tingkat universitas, maka sebaiknya ditulis saja nama-nama mahasiswa tersebut dalam kertas gulungan kecil dan kemudian dimasukkan kotak. Kemudian, ambil dua gulungan, buka dan tarulah, selanjutnya ambillah kedua nama orang tersebut dijadikan wakil mahasiswa teladan. Cara undian ini bias bermacam-macam seperti menggunakan roda rolet, dadu, dan sebagainya.
2. Table bilangan random (acak), yaitu menggunakan angka-angka yang telah disediakan dalam table, sehingga dapat menarik n bilangan secara acak dari kumpulan bilangan 1 sampai N (N tergantung pada besar populasi).
Untuk penentuan sample dengan cara ini cukup sederhana, tetapi dalamprakteknya akan menyita waktu. Apalagi jika jumlahnya besar, sampelnya besar, serta jika daftar siswanya berurutan
2) Stratified random sampling

Srtatiffed random sampling biasanya digunakan pada populasi yang mempunyai susunan bertingkat atau berlapis-lapis. Miosalnya, sekolah terdapat beberapa kelas; dalam masyarakat terdapat tingkatan penghasilan. Jika tingkatan dalam populasi diperhatikan, mula-mula harus dipastikan strata yang ada, diperhatikan juga dalam strata ituapakah ada substrata atau tidak. Selanjutnya tiap-tiap substaratum harus mewakili sample penelitian.
Jika peneliti akan dilakukan menggunakan dan memerapkan sample random sampling maka dalam pemikiran peneliti, objek yang ditelitui merupakan satu kesatuan menyeluruh yang homogen. Akan tetapi, di dalam suatu kondisi populasi sering dijumpain hal yang tidak demikian atau mungkin peneliti menginginkan suatu ketepatan terhadap masalah yang akan diamati, sehingga menginginkan suatu ketepatan terhadap masalh yang akan diamati, sehingga populasi dipilah-pilah menjadi subpopulasi secara homogen dari sifat yang heterogen.
Atas pembagian populasi atas supopulasi maka penelitian yang akan dirancang akan memberikan keuntungan, antara lain:

Homogenitas yang lebih nyata di dalam masing-masing kelas

memberikan keterorganisasian yang nyata antar subpopulasi,
meningkatkan presesi dari sample terhadap populasi dan dalam poeleksanaannya mudah, dan
sangat berguna untuk mengkaji (komparasi) perbedaan karakteristik antar subjek.
Subpopulasi dalam populasi tidak boleh overlapping dan masing-masing dinamakan stratum. Dengan demikian, rancangan-rancangn stratified random sampling merupakan rencangan yang menempatkan secara tidak overlapping yang disebut strata, dan dari strata tersebut dipilih secara acak.
Pembagian ini dilakukan berdasarkan karakteristik populasi dan peneliti beranggapan bahwa perbedaan tersebut akan memengaruhi variabel.

Selanjutnya tahap-tahap penyusunan random sampling meliputi :

1. mementukan jenis populasi penelitian;
2. membagi kelompok menjadi beberapa stratifikasi, dan setiap stratum beranggotakan subjek yang sama atau hamper sama karakteristiknya;
3. membuat daftar subjek dari tiap stratum (subpopulasi);
4. memilih subjek sample dari sub populasi dengn teknik acak murni atau sistematik.
Kelemahan dari cara ini jika tidak ada investigasi mengenai daftar subjek maka tidak dapat membuat stratum.
3) Cluster Random Sampling

Cluster random sampling digunakan jika populasi tidak terdiri dari induvidu-induvidu, mmelainkan terdiri dari kelompok –kelompok induvidu atau cluster. Misalnya, penelitian dilakukan terhadap populasi pelajar SMU di sebuah kota. Untuk itu, random tidak dilakukan langsung pada semmua pelajar, tetapi pada suatu sekolah atau kelas sebagai kelompok atau cluster.

Menurut Yatim Rianto (1996 : 60) teknik cluster random sampling ini digunakan jika populasi dijumpain populasi yang heterogen, di masna subpopulasi merupakan suatu kelompok (cluster) yang mempunyai sifat heterogen.

Sedangkan dalam stratifikasi sample tiap subpopulasinya homogen.

Selain itu, teknik ini digunakan apabila daftar dari seluruh unitr populasi tidak diperoleh sehingga cukup daftr cluster saja. Dalam mengoperasionalisasikan teknik ini, peneliti mengelompokkan terlebih dahulu berdasarkan kelas-kelas atau berdasarkan asrama tempat tinggal mereka (jika yang diteliti tinggal di asrama) atau berdasarkan daerah (RT/RW/Kelurahan/Kecamatan) tempat mereka tinggal.

Sebagaimana dalam teknik pengambilan sample dengan stratifikasi; yakni masing-masing stratanya ditarik sample, maka dengan teknik cluster sampling ini penerikan sampel pada setiap kelompoknya (custer).
Kelemahan teknik ini dapat dilihat dari tingkat error sampling, lebih banyak di bandingkan derngan pengambilan sampel berdasarkan strata karena sangat sulit memperoleh cluster yang benar-benatr sama heterogenitasnya dengan cluster yang lain dalam populasi.

 

Sumber : https://www.ilmubahasainggris.com/