Macam-macam Metode

Macam-macam Metode

Dalam filsafat ilmu metode ini metode ini masuk pada aspek epistemologi  ilmu, misalnya bagaimana (how) mengajarkan ilmu dan bagaimana pelajaran dapat diterima?  Materi pelajaran ilmu masuk pada ontologi apa (what) hakikat materi pelajaran yang akan diberikan? Sedang tujuan dan kegunaan ilmu itu masuk pada ranah askiologi, mengapa (why) materi itu dipelajari apa gunanya dan apa tujuanya?. Cukup banyak hadist yang mengandung konsep metode dan pendekatan pembelajaran seperti metode drill dan exsperimen, asistensi, tanya jawab, dan sosiodrama.

  1. Metode Driil dan Eksperimen

عن ابئ هر يرة ان رسول الله صلى الله علىه وسلم دخل المسجد فد خل رجل فصلى فسلم على النبى صلى الله علىه وسلم فرد وقال ارجع فصل فإنك لم تصل فرجع يصلى كما صلى ثم جاء فسلم على النبي صلى الله عليه وسلم فقال ارجع فصل فإنك لم تصل سلاسا فقال والذى بعشك بالحق ما أحسن غيره فعلمني فقل إذا قمت إلى الصلاة فكبر ثم اقرأ ما تىسر معك من القران ثم ار كع حتى تطمئن ساجدا ثم ارفع حتى تعدل قائما ثم اسجد حتى تطمئن ساجدا ثم ارفع حتى تطمئن جلسا وافعل ذلك في صلاتك كلها (متفق عليه)

Artinya: Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW masuk ke masjid, kemudian ada seorang laki-laki masuk juga untuk melaksanakan shalat. Setelah shalat memberi salam kepada Nabi SAW Nabi pun menjawab dan bersabda:” Ulangi, maka shalatlah sesungguhnya engkau belum shalat”. Laki-laki itu mengulangi shalat sebagaimana yang telah dilaksanakan. Kemudian datang memberi salam kepada Nabi, beliau bersabda lagi: “ulangilah shalat, sesungguhnya engkau belum shalat”  sampai tiga kali. Laki-laki itu berkata :” Demi Dzat yang mengutus engkau dengan membawa kebenaran aku tidak dapat memperbaiki shalat selainya, maka ajarkanlah aku. Beliau bersabda:” jika kamu berdiri akan shalat maka bertakbirlah kemudian bacalah apa yang mudah bersamamu dari pada Al-Qur’an, kemudian rukuklah sehingga tenang sebagai orang yang rukuk beneran (thumakninah). Kemudian bangunlah dari rukuk sehingga tegak berdiri (I’tidal). Kemudian sujudlah sehingga tenang sebagai orang yang sujud beneran (thumakninah). Kemudian bangunlah dari sujud sehingga tenang sebagai orang yang duduk (thumakninah). Dan kerjakanlah demikian itu di seluruh shalatmu.” (HR. Bukhari dan muslim).

sumber :
https://hopalleybrew.com/seva-mobil-bekas/