Konsep Pemasaran Berdasarkan 4P

Konsep Pemasaran Berdasarkan 4P

Konsep Pemasaran Berdasarkan 4P

Konsep Pemasaran Berdasarkan 4P

  1. Produk (Products)

Pemilihan yang saksama akan produk merupakan bagian yang penting. Pembeli baru mau membeli suatu produk kalau memang merasa tepat untuk membeli produk yang bersangkutan. Artinya produklah yang menyesuaikan diri terhadap pembeli, bukan pembeli yang menyesuaikan diri terhadap produk[8]

Produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen kepada pasar untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan.[9] Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa produk yang ditawarkan produsen kepada pasar yaitu untuk diperhatikan, diminta, dicari, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar yang bersangkutan. Produk yang ditawarkan tersebut meliputi barang fisik, jasa, tempat, organisasi  dan ide. Jadi, produk bisa berupa manfaat tangible maupun intangible yang dapat memuaskan pelanggan.

Pengembangan produk meliputi penetapan manfaat yang dikomunikasikan dan disampaikan melalui kualitas, design, ciri, merk, dan kemasan. Keputusan tentang sifat-sifat produk ini sangat mempengaruhi reaksi konsumen terhadap suatu produk.

  1. Klasifikasi Produk

Produk diklasifikasikan dalam dua kategori: produk konsumen dan produk perusahaan atau industry.

  • Produk Konsumen

Produk konsumen ialah produk yang dibuat untuk keperluan rumah tangga konsumen. Klasifikasi produk konsumen yaitu suatu produk yang tersedia di berbagai took dan dapat diperoleh dengan mudah dengan harga terjangkau, seperti rokok, susu, pasta gigi, bahan makanan/minuman dan sebagainya dengan berbagai merk. Produk tersebut dikategorikan sebagai convenience products.

Produk ini pada umumnya dikemas sederhana dan dapat dibeli secara eceran dengan harga relative murah. Produk convenience selalu tersedia ketika permintaan meningkat sehingga jangkauan distribusinya harus luas. Tetapi karena took eceran pada umumnya hanya menjual dalam volume kecil, perusahaan tidak menjualnya secara langsung ke took pengecer. Perusahaan lebih memilih menjual produknya kepada grosir, yang kemudian meneruskannya ke toko-toko pengecer.

Sebelum memutuskan alternative dalam membeli suatu produk konsumen terlebih dahulu membandingkan kualitas, harga, dan bentuk di beberapa toko. Pencarian ini berlangsung selama konsumen menyadari bahwa perbandingan beberapa produk memerlukan waktu dan upaya. Produk yang pembeliannya memerlukan berbagai pertimbangan seperti ini disebut shopping product. Misalnya, kulkas, mobil, mebel, perlengkapan rumah tangga, dan sebagainya.

Disamping dua kategori produk tersebut diatas, barang seperti perlengkapan fotografi, sound system stereo, home theater, pakaian dengan merek terkenal, dan sebagainya yang dibutuhkan oleh kelompok konsumen tertentu dikategorikan sebagai specialty products. Untuk membeli produk kategori ini diperlukan pertimbangan dan upaya tertentu.

  • Produk Perusahaan/Industri

Produk perusahaan ialah barang yang dimaksudkan terutama untuk membuat produk lain atau untuk penyediaan jasa dalam perusahaan. Klasifikasi produk industri yaitu meliputi ; bahan mentah, bahan manufaktur dan bagiannya, instalasi, perlengkapan operasi, alat bantu.[10]

Suatu produk dapat dibedakan dari produk lainnya dari segi merk (brand). Merk tersebut dapat dipakai sebagai alat untuk menciptakan pandangan tertentu dari para pembeli baik melalui periklanan maupun melalui kegiatan promosi yang lain.

Produk menurut tingkat pemakaian dan kekongkritannya juga digolongkan menjadi dua yaitu produk tahan lama dan produk tidak tahan lama.

Produk tahan lama ( durable goods) merupakan barang –barang yang secara normal dapat dipakai berkali-kali; jadi dapat dipakaiuntuk jangka waktu yang relative lama.

Produk tidak tahan lama (nondurable goods) merupakan barang-barang yang secara normal hanya dapat dipakai satu kali atau beberapa kali saja. Artinya sekali barang itu dipakai akan habis, rusak atau tidak dapat dipakai lagi.

sumber :
https://ruangseni.com/picsart-pro/