Kondisi Perbankan Era Krisis Moneter

Kondisi Perbankan Era Krisis Moneter

Tahun 1997/1998 adalah tahun terberat dalam pelaksanaan pembangunan ekonomi. Diawali krisis nilai tukar, kinerja perekonomian menurun tajam. Pemerintah menempuh berbagai upaya namun tidak menunjukan hasil karena krisis kepercayaan kemampuan dan prospek perkonomian semakin melemah.

Beberpa faktor yang mengakibatkan kondisi menjadi renta terhadap gejolak anatar lain :

  1. Adanya jaminan terselubung (implict guarantee) dari bank sentral atas kelangsungan hidup suatau bank utnuk mencegah kegagalan sistemik dalam industri perbankan tealh menimbulkan moral hazard dikalangan pengelola dan pemilik bank.
  2. Sistem pengawasan oleh bank sentral belum efektif karena belum sepenuhnya dapat mengimbangi pesat dan kompleksnya kegiatan perbankan.
  3. Besarnya pemberia kredit dan jaminan baik secara langsung maupun tidak langsung kepada individu atau kelompok usaha yang terkait dengan bank telah mendprpng tingginya resiko kredit macet yang dihadapi bank.
  4. Lemahnya kemampuan menenjerial bank tealah mengakibatkan penurunan kualitas aset produktif dan peningkatan resiko yang dihadapi bank.
  5. Kurang transparannya informasi mengenai kondisi perbankan selain telah mengakibatkan kesulitan dalam melakukan analisis secara akurat tentang kondisi keuangan suatu bank juga tealah melemahkan upaya untuk melakukan kontrol sosial dan menciptakan disiplin pasar.

Kebijakan Pemulihan Perbankan

  1. Pemerintah melaksanakan program penjaminan penuh dana deposan dan kerditor dari semua bank umum
  2. Membentuk badan penyehatan perbankan nasional (BPPN)
  3. Melaksanakan program rekapitalisasi perbankan agar memenuhi permodalan minimum perbankan.

sumber :