Kisah Sejarah Keris Empu Gandring

Kisah Sejarah Keris Empu Gandring

Kisah Sejarah Keris Empu Gandring

Kisah Sejarah Keris Empu Gandring
Kisah Sejarah Keris Empu Gandring

Keris dari dulu dikenal dengan kemampuannya yang sakti dan mandraguna. Keris merupakan benda yang sangat bertuah. Dan salah satu bukti tuahnya yang utama adalah kekuasaan. Siapapun yang mempunyai keris ini pada masa kekuasaan dia akan dapat mengambil alih/merebut dan melestarikan kekuasaannya. Dalam sejarahnya ada sebuah cerita yang sangat terkenal mengenai keris ini, yaitu cerita tentang Ken Arok di Zaman Kerajaan Singasari.

Sejarah Keris Empu Gandring

Konon ceritanya Ken Arok merupakan keturunan Dewa Brahma yang terlahir di Desa Pangkur. Ibunya bernama Ken Endok. Dengan sebilah keris pusaka dari Mpu Gandring yang berhawa panas tetapi dapat membelah bumi, melebur gunung, Ken Arok mengangkat derajatnya dari orang biasa ke Singgasana Kencana. Raja Singasari, penguasa negeri yang juga bergelar Raja Amurwa Bhumi.

Ken Arok

Ken Arok merupakan sosok manusia yang mempunyai ambisi sangat besar, membara bak tungku besalen yang mampu melebur semua benda yang dimasukkan ke dalamnya. Tidak sabar lagi ketika keris pesanannya belum lagi selesai dibuat. Bilahan keris yang masih berwujud kasar, akhirnya direbut. Tetapi ada juga kenyataan lain yang mengatakan sebaliknya, bahwa sebenarnya sang mpu dan Ken Arok melakukan sebuah konspirasi, tetapi itu mungkin akan kami bahas lain waktu.

Ken Arok terkejut ketika mengetahui bahwa keris yang dibuat oleh Mpu Gandring adalah terbuat dari bahan meteorit. Hal ini diketahuinya ketika ia marah dan membelah tungku sang mpu, keris itu mampu melakukannya. Mpu Gandring sudah memperingatkan bahwa bilah keris itu belum sempurna dan masih berhawa jahat, namun untuk membungkam mulut mpu, maka keris itu ditikamkan oleh Ken Arok kepada sang mpu. Hingga sekarang keris itu tidak diketahui memiliki dapur apa, dan tidak diketahui keberadaannya. Namun konon keris itu setelah menyelesaikan tugasnya, kembali menjadi batu meteor. Kelak akan kembali lagi ke bumi dan mengejawantah menjadi keris-keris lain yang mempunyai kesamaan riwayat.

Terbunuhnya Tunggul Ametung

Tunggul Ametung, kepala daerah Tumapel (cikal bakal Singhasari) yang saat itu adalah bawahan dari Kerajaan Kadiri yang saat itu diperintah oleh Kertajaya yang bergelar “Dandang Gendis” (raja terakhir kerajaan ini). Tumapel sendiri adalah pecahan dari sebuah kerajaan besar yang dulunya adalah Kerajaan Jenggala yang dihancurkan Kadiri, dimana kedua-duanya awalnya adalah satu wilayah yang dipimpin oleh Airlangga.

Ken Arok membunuh Tunggul Ametung untuk mendapatkan istrinya yang cantik, Ken Dedes. Ken Arok sendiri saat itu adalah pegawai kepercayaan dari Tunggul Ametung yang sangat dipercaya. Latar belakang pembunuhan ini adalah karena Ken Arok mendengar dari Brahmana Lohgawe bahwa “barang siapa yang memperistri Ken Dedes akan menjadi Raja Dunia”.

Sebelum Ken Arok membunuh Tunggul Ametung, keris ini dipinjamkan kepada rekan kerjanya, yang bernama Kebo Ijo yang tertarik dengan keris itu dan selalu dibawa-bawanya kemana mana untuk menarik perhatian umum. Bagi Ken Arok sendiri, peminjaman keris itu adalah sebagai siasat agar nanti yang dituduh oleh publik Tumapel adalah Kebo Ijo dalam kasus pembunuhan yang dirancang sendiri oleh Ken Arok. Siasatnya berhasil dan hampir seluruh publik Tumapel termasuk beberapa pejabat percaya bahwa Kebo Ijo adalah tersangka pembunuhan Tunggul Ametung. Ken Arok yang saat itu adalah orang kepercayaan Tunggul Ametung langsung membunuh Kebo Ijo yang konon, dengan keris pusaka itu.

Baca juga artikel: