Jumlah Hakim Masih Perlu Ditambah

Jumlah Hakim Masih Perlu Ditambah

Jumlah Hakim Masih Perlu Ditambah

Jumlah Hakim Masih Perlu Ditambah
Jumlah Hakim Masih Perlu Ditambah

BANDUNG-Indonesia alami kekurangan 1.400 hakim untuk memenuhi kebutuhan ideal

di setiap pengadilan negeri. Setiap pengadilan punya dua majelis hakim serta ketua dan wakil.

Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung Herri Swantoro mengatakan, kekurangan hakim ini terjadi karena sudah lebih dari 6 tahun tidak ada perekrutan akibat moratorium.

Herri menyebut, saat ini ada 3.800 hakim karier. Jika ditambah ad hoc berjumlah 4.200 hakim. Dia juga mengungkap, tidak ada penambahan hakim. Namun pensiun berjalan terus. Selain itu, ada hakim yang meninggal atau dipecat.

“Kasihan hakim di wilayah Papua. Idealnya sekali tugas di Papua

, kemudian bergerak ke wilayah yang lebih bagus. Karena sekarang tidak ada penambahan, dia mutar di sana terus sampai tiga tempat. Sebab, tidak ada hakim baru lagi yang diangkat,” ucapnya.

Menurut dia, kalau tidak segera ada penambahan, berdampak minimnya hakim di kemudian hari. Sehingga bila ada perkara tidak ada yang menangani sama sekali.

“Idealnya minimal ada dua majelis hakim atau enam hakim

plus ketua dan wakil di setiap pengadilan. Jadi minimal delapan hakim. Kenyataannya sekarang, ada yang tiga hakim, termasuk ketua. Ini terdapat di Pengadilan Negeri Slawi,” tuturnya.

Menurut Ketua Pengadilan Negeri Bandung Budi Santoso, jumlah hakim yang ada sudah mencukupi untuk menyidangkan perkara, baik pidana umum, perdata, maupun korupsi.

“Jumlah hakim sekarang ada 30 orang. Jadi sudah cukup ideal untuk menyidangkan perkara-perkara yang ada,” ujar Budi.

Budi menuturkan, meski persidangan, terutama perkara korupsi, sering berjalan hingga malam hari, namun hakim-hakim yang ada sanggup menyelesaikannya. Dirinya meyakini, PN Bandung tidak bakal keteteran dalam menangani sejumlah perkara yang masuk. jo

 

Sumber :

https://www.goodreads.com/topic/show/19817645-kingdom-animalia