Jenis-Jenis Sistem Pendukung Keputusan

Jenis-Jenis Sistem Pendukung Keputusan

  • Keputusan Terstruktur

Keputusan terstruktur adalah keputusan yang dilakukan secara berulang-ulang dan bersifat rutin. Informasi yang dibutuhkan spesifik, terjadwal, sempit, interaktif, real timeinternal, dan detail. Prosedur yang dilakukan untuk pengambilan keputusan sangat jelas.

Keputusan ini terutama dilakukan pada manajemen tingkat bawah. Contoh: Keputusan pemesanan barang dan keputusan penagihan piutang; menentukan kelayakan lembur, mengisi persediaan, dan menawarkan kredit pada pelanggan.

  • Keputusan Semiterstruktur

Keputusan semiterstruktur adalah keputusan yang mempunyai sifat yakni sebagian keputusan dapat ditangani oleh komputer dan yang lain tetap harus dilakukan oleh pengambil keputusan. Informasi yang dibutuhkan folus, spesifik, interaktif, internal, real time, dan terjadwal.

Contoh: Pengevaluasian kredit, penjadwalan produksi dan pengendalian sediaan, merancang rencana pemasaran, dan mengembangkan anggaran departemen.

  • Keputusan Tidak Terstruktur

Keputusan tak terstruktur adalah keputusan yang penanganannya rumit karena tidak terjadi berulang-ulang atau tidak selalu terjadi. Keputusan ini menuntut pengalaman dan berbagai sumber yang bersifat eksternal.

Keputusan ini umumnya terjadi pada manajemen tingkat atas. Informasi yang dibutuhkan umum, luas, internal, dan eksternal. Contoh: Pengembangan teknologi baru, keputusan untuk bergabung dengan perusahaan lain, perekrutan eksekutif.

2.5  Komponen/ Subsistem Sisitem Pendukung Keputusan

Sistem berpendukung keputusan terdiri dari beberapa subsistem, yang diantaranya

  1. Pengelolaan Data ( Data Management), Pengelolaan data termasuk database, dimana berisi data yang relevan untuk situasi dan dikelola oleh software yang disebut DBMS (Database Management System ),
  2. Pengelolaan Model ( Model Management),Paket Software dimana termasuk financial, statistic, management science, atau model kuantitif lainnya, dimana menyediakan kemampuan analitis sistem dan software menejemen yang cocok.
  3. Komunikasi ( Subsistem Dialog ),Pemakai dapat mengkomunikasikan dan memerintahkan sehingga untuk itu diperlukan suatu antar muka pemakai (Use Interface)
  4. Pengelolaan Pengetahuan ( Knowledge Management ), Subsistem yang dapat dipilih untuk dapat mendukung setiap subsistem lain atau bertindak sebagai komponen yang berdiri sendiri.
  5. Pemakai (User), Pemakai yang mengaplikasikan pengetahuan ataupun sebagai pengguna dari sistem.

sumber :

https://www.caramudahbelajarbahasainggris.net/seva-mobil-bekas/