Jenis-Jenis Bank

Jenis-Jenis Bank

Jenis-Jenis Bank

Jenis-Jenis Bank
Jenis-Jenis Bank

Bank dari segi jenisnya ada 3 yaitu :

1. Bank Sentral

Bank sentral ialah suatu institusi yang bertanggung balasan untuk menjaga stabilitas harga atau nilai mata uang yang berlaku di negara tersebut, yang dalam hal ini dikenal dengan istilah inflasi atau naiknya harga-harga dalam arti lain turun suatu nilai uang. Bank sentral menjaga semoga tingkat inflasi terkendali dan selalu berada pada nilai yang serendah mungkin atau pada posisi yang optimal bagi perekonomian, dengan menontrol keseimbangan jumlah uang dan barang. Apabila jumlah uang yang beredar terlalu banyak, maka bank setral dengan memakai istrumen dan otoritas yang dimilikinya antara lain, namun tidak terbatas pada base money (mencetak, menambah atau mengurangi jumlah uang),suku bunga, SBI, simpanan (giro) wajib minimun, dengan kemampuan yang dimilikinya untuk terus mencoba menyesuaikan jumlah uang beredar sehingga tidak hiperbola dan cukup untuk menggerakkan roda perekonomian, sembari terus memonitor dan mengontrol laju inflasi dan juga termasuk mengontrol nilai tukar terhadap mata uang gila melalui instrumen cadangan devisa.

2. Bank Umum

Bank umum disebut juga bank komersial, sumber dana utama yang dimiliki oleh bank umum ialah dana masyarakat (pegiro atau penabung serta pemakai poduk atau jasa dari nbank tersebut). Menurut Undang-undang No 10 Tahun 1998, Bank umum ialah bank yang melaksanakan acara perjuangan konvensional dan atau berdasarkan prinsip-prinsip syari’ah yang dalam kegiatannya mempersembahkan jasa lintas pembayaran.

Bank umum mendapatkan simpanan dari masyarakat kemudian menyalurkan kembali kepada masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan keejahteraan masyarakat dengan demikian fungsi dari bank umum sebagai diberikut :
Menyediakan prosedur dan alat pembayaran efesian dalam suatu acara ekonomi.
Menghimpun dana dan menyalurkan kepada masyarakat
Menyelenggarakan jasa-jasa keuangan lainnya, menyerupai deposito, pembayaran listrik, dan telepon dan lain-lain.
Untuk Produk-produk yang dikeluakan oleh bank umum ialah antara lain sebagai diberikut :
Tabungan, yaitu simpanan nasabah bank yang penarikannya tidak terikat dengan waktu, simpanan dalam bentuk tabungan sanggup diambil kapan saja oleh pemiliknya.
Depositi perjangka ialah simpanan nasabah pada bank yang penarikannya spesialuntuk sanggup dilakukan dalam wantu yang tertentu saja.
Sertifikat deposito yaitu deposito yang berjangka yang bukti simpanannya sanggup diperjual belikan.
Giro ialah simpanan nasabah pada bank yang sanggup dipakai sebagai alat pembayaran simpanan dalam bentuk giro spesialuntuk diambil dalam bentuk cek atau biliyet giro
Kredit rekening koran yaitu kredit ri bank kepada nasabah dengan cara mengeluarkan wesel dan sanggup diperdagangkan oleh pemegangnya.
Letter of credit (L/C) yaitu kredit yang didiberikan kepada nasabah untuk memperlancar proses pembayaran barang-barang impor.

Baca Juga: Pengertian Musik Tradisional

3. Bank Syari’ah

Sekarang ini banyak berkembang bank syariah. Bank syariah muncul di Indonesia pada tahun 1990-an pemrakarsa bank syariah di Indonesia dilakukan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada tanggal 18-19 Agustus 1990. Bank syariah ialah bank yang beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip dasar Islam. Maksudnya ialah bank yang dalam operasinya mengikti ketentuan-ketentuan syariah Islam khususnya yang menyangkut tata cara bermuamalah dalam Islam.
Falsafah dasar beroperasinya bank syariah yang menjiwai seluruh korelasi transaksinya ialah efesien, keadilan dan kebersamaan. Efesiensi mengacu pada prinsip saling memmenolong secara sinergis untuk memperoleh laba sebesar mungkin. Keadilan mengacu pada korelasi yang tidak dicurangi, ikhlas, dengan persetujuan yang matang atas proporsi masukan dan keluarannya. Kebersamaan mengacu pada prinsip saling menunjukkan menolongan dan hikmah untuk saling menikatkan produktivitas.

Kegiatan bank syariah dalam hal penetuan harga produknya sangat tidak sama dengan bank konvensional. Penentuan harga bank syariah didasarkan pada janji antara bank dengan nasabah penyimpan dana sesuai dengan jenis simpanan dan jangka waktunya. Yang memilih besar kecilnya porsi bagi hasil yang akan diterima penyimpan, diberikut prinsip-prinsip yang berlaku pada bank syariah :
Pembayaran berdasarkan prinsip bagi hasil (Mudharabah)
Pembayaran berdasarkan prinsip penyetaan modal (Musharakah)
Prinsip jual beli barang dengan memperoleh kentungan (Murabahah)
Pembiayaan barang modal berdasarkan sewa murni tanpa pilihan (ijarah)
Pilihan pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak bank oleh pihak lain (ijarah wa iqtina)
Dalam rangka menjalankan kegiatannya, bank syariah berdasakan pada Al-Qur’an dan Hadits. Bank syariah mengharamkan penerapan harga produknya dengan bunga terentu, bagi bank syariah bunga bank ialah riba.
Dalam perkembangannya bank syariah ternyata tidk spesialuntuk dilakukan oleh masyarakat muslim, akan tetapi juga masyarakat non muslim. Saat ini bank syariah sudah tersebar diberbagai negara-negara muslim dan non muslim, baik benua Amerika, Australia dan Eropa. Bahkan banyak perusahaan dunia yang sudah membuka cabang berdasarkan prinsip syariah menyerupai bank syariah di Indonesia yaitu Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Indonesia