Interorganizational Relationships

Interorganizational Relationships

Interorganizational Relationships

Interorganizational Relationships

1.Ekosistem Organisasi

Hubungan Interorganisasi adalah sistem yang terbentuk dari interaksi komunitas organisasim dan lingkungannya. Ekosistem ini memotong jalur industri tradisional. Sebuah perusahaan dapat membentuk ekosistemnya sendiri.
Sebagai contohnya, Microsoft telah menjelajahi empat industri utama: consumer electronic, informasi, komunikasi, dan PC.
Di dalam ekosistem juga meliputi ratusan supplier, termasuk juga Hewlett-Packard dan Intel, serta jutaan pelanggan.
2.Apakah sudah tidak ada lagi kompetisi?
Tidak ada perusahaan yang dapat berdiri sendiri. Organisasi di seluruh dunia terikat dalam jaringan komplek yang hubungannya terkadang membingungkan-berkolaborasi di satu sisi dan berkompetisi di sisi yang lain. Riset telah menunjukkan bahwa aliansi besar terjadi diantara organisasi yang saling menjadi kompetitor.
Persaingan tradisional dengan asumsi bahwa sebuah perusahaan yang berbeda yang berkompetisi untuk kelangsungan usaha dan supremasi dengan bisnis yang berdiri sendiri sudah tidak lagi karena setiap usaha saling membantu dan tergantung untuk kesuksesan dan kelangsungan usahanya.
Amazon com adalah perusahaan yang pertama kali memasuki usaha retail on line. Amazon memiliki partnership dengan ratusan retailer besar dan kecil, termasuk Target, Land End, dan Goldsmith Internasional. Amazon dan mitranya menggambarkan suatu ekosistem dimana setiap perusahaan saling tergantung dan memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang.
3.Perubahan Peran dari managemen
Dalam ekosistem bisnis, para manager belajar untuk bergerak melebihi dari strategi koroporat tradisional , mendisain hirarki dan mengontrol ekosistem. Jika top manager hanya melihat kebawah untuk menekankan order dan keseragaman, maka perusahaan akan kehilangan kesempatan untuk membangun hubungan ekternal. Dalam dunia yang terus berubah , para manajer harus lebih memikirkan lebih banyak hubungan horizontal dibandingkan hubungan struktur vetikal.
Inisiatif penting tidak hanya dari atas ke bawah, tetapi harus lintas organisasi. Hubungan horizontal sekarang ini sudah melibatkan pemasok dan pelanggan dimana mereka sudah menjadi bagian dari team. Para manajer harus mulai belajar melihat banyak sekali kesempatan untuk tumbuh bersama dalak ekosistem melalui kerjasama bisnis yang saling menguntungkan.
4.Kerangka Hubungan Interorganisasional
(a)Ketergantungan sumberdaya
Tingkat ketergantungan sumber daya didasarkan pada dua factor. Yang pertama adalah tingkat kepentingan sumberdaya bagi perusahaan. Dan yang kedua adalah seberapa kekuatan deskresi dan monopoly yang mampu mengatur aloksasi distribusi sumber daya tersebut. Banyak organisasi yang sangat peduli dengan ketergantungan sumberdaya mengembangkan strategy untuk mengurangi tingkat ketergantungan tersebut dan belajar untuk menggunakjan power berdasarkan kunggulan kompetitifnya.
(b)Sumberdaya strategy
Organisasi dapat bergabung dengan asosiasi perdagangan untuk mengakomodasi kepetingannya terkait dengan pengadaan sumber daya, penandatanganan kontrak kerjasasma, merger dengan organisasi yang lain untuk menjamin suplai material yang dibutuhkan.
(c) Kekuasaan strtaegis
Perusahaan yang besar, mapan dan mandiri biasanya menguasai supplier-suplier kecil.
5.Jaringan Kolaborasi
Perspective jaringan kolaborasi menjadi alternative yang menarik. Bebrapa perusahaan bergabung untuk meningkatkan posisinya dalam upaya untuk mendapatkan sumberdaya.
Mengapa Kolaborasi?
Mengapa kolaborasi interorganizational banyak diminati? Alasan utama adalah berbagi risiko ketika memasuki pasar baru, pemasangan program baru yang mahal dan mengurangi biaya, dan meningkatkan profil organisasi dalam industri atau teknologi yang dipilih. Kerjasama adalah prasyarat untuk inovasi yang lebih besar, pemecahan masalah, dan performance. Selain itu, kemitraan merupakan jalan utama untuk memasuki pasar global.
Amerika Utara telah belajar dari pengalaman internasional mereka hanya bagaimana hubungan yang efektif dapat interorganizational. Baik Jepang dan Korea memiliki tradisi panjang perusahaan klan atau kelompok industri yang berkolaborasi dan membantu satu sama lain. Amerika Utara biasanya memiliki saling ketergantungan yang dianggap ‘buruk, percaya bahwa hal itu akan mengurangi kompetisi.

Namun, pengalaman kolaborasi di negara-negara lain telah menunjukkan bahwa persaingan di antara perusahaan-perusahaan dapat sengit di beberapa daerah, bahkan saat mereka berkolaborasi dalam diri orang lain. Seolah-olah saudara-saudara dari satu keluarga masuk ke bisnis yang terpisah dan ingin mengalahkan satu sama lain, namun mereka masih mencintai satu sama lain dan akan membantu satu sama lain ketika diperlukan.


Baca Juga :