Ini Dua Jenis Trik Penyadapan

Ini Dua Jenis Trik Penyadapan

Ini Dua Jenis Trik Penyadapan

Jenis trik penyadapan – Beberapa waktu yang lalu, Indonesia digemparkan dengan berita bahwa negara tetangga kita, Australia, melakukan penyadapan terhadap beberapa pejabat penting di Indonesia. Tentu saja berita ini menjadi buah bibir banyak orang dan membuat Australia mendapatkan kerugian karena pada akhirnya Pemerintah Indonesia memberikan beberapa sanksi yang berimbas pada hubungan kerjasama kedua negara tersebut.

Yak! Penyadapan merupakan hal yang tidak bisa dibenarkan sekaligus hal yang sebenarnya sah-sah saja dilakukan. Mengapa? Jika penyadapan dilakukan guna untuk penyadap teroris ataupun pasangan yang sedang selingkuh, hal tersebut bisa dibenarkan. Tapi jika penyadapan itu dilakukan untuk menyadap kepala negara guna mendapatkan sejumlah informasi rahasia bukankah hal itu tidak dapat dibenarkan? Eittt…. By the way kenapa kalian baca artikel ini? Jangan-jangan kalian mau menyadap seseorang yak? Siapa? Hehe. Tenang…. Dalam artikel ini, kita akan memberikan bocoran tentang jenis trik penyadapan yang biasa dilakukan oleh para aparat berwajib ataupun orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Berikut ulasannya
Dua Jenis Trik Penyadapan

Menurut mantan pejabat Lembaga Sandi Negara, penyadapan bisa dilakukan dengan dua metode. Pertama adalah dengan menggunakan perangkat taktis yang diterjunkan langsung di lapangan sekitar target. Kedua adalah dengan metode lawful intercept dimana penyadapan dilakukan di sisi perangkat operator.

Jenis Trik Penyadapan

 

Perangkat taktis akan menyamar jadi sebuah BTS sesuai operator

seluler yang dimiliki oleh target yang menyebabkan ponsel target akan terhubung dengan alat tersebut. Setelah tersambung, tidak hanya penyadapan, perangkat itu juga dapat melakukan kloning nomor telepon target. Hal ini memungkinkan penyadap memanipulasi informasi seperti mengirimkan SMS atau melakukan percakapan dari nomor target.
Baca Juga Aplikasi Wajib Bagi Pecinta Bola yang Harus Anda Tahu

Untuk penyadapan jenis kedua, penyadapan dengan metode lawful interception lebih mudah karena tidak perlu mengikuti target ke mana pun Ia bergerak. Hal ini dikarenakan pada lawful intercept perangkat untuk melakukan penyadapan dapat diletakkan langsung di dalam jaringan operator seluler sehingga dapat mengakses seluruh komunikasi yang terjadi.

Status Hukum Penyadapan

Penyadapan secara resmi dikontrol secara ketat di berbagai negara

untuk menjaga privasi. Secara teori, penyadapan umumnya memerlukan persetujuan pengadilan dan biasanya hanya disetujui apabila penyadapan tersebut bertujuan untuk mendeteksi tindakan kriminal atau kegiatan yang menghalangi penegakan hukum.

 

Di Indonesia sendiri, seringkali penyadapan

dilakukan tanpa persetujuan pengadilan. Hal ini sering menimbulkan masalah karena pada akhirnya pihak yang dirugikan seringkali menuntut balik mereka yang melakukan penyadapan atas dasar melanggar privasi terdakwa.

 

sumber :

https://rollingstone.co.id/seva-mobil-bekas/