Ini Buku Panduan Bijak di Era Milenial Menurut Dosen Fisip UB

Ini Buku Panduan Bijak di Era Milenial Menurut Dosen Fisip UB

Ini Buku Panduan Bijak di Era Milenial Menurut Dosen Fisip UB

Ini Buku Panduan Bijak di Era Milenial Menurut Dosen Fisip UB
Ini Buku Panduan Bijak di Era Milenial Menurut Dosen Fisip UB

Kehidupan yang terjadi di era milenial ini rupanya sedikit banyak mampu menarik perhatian beberapa pihak

. Bahkan, ada juga yang menuliskannya menjadi sebuah tulisan dan dicetak dalam bentuk buku.

Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB), Akh Muwafiq Saleh MSi ini. Pada bukunya yang ke-9 ini, pria yang juga menjadi dosen ini meluncurkan sebuah buku The Power of Wisdom, Panduan Bijak Mengarungi Zaman Now. Buku ini di launching berbarengan dengan acara Kajian Islam Tematik Menjelang Magrib, di Masjid Raden Patah, Universitas Brawijaya, Jumat (23/2).

Buku yang hampir mencapai 300 halaman itu berangkat dari pembacaannya terhadap sebuah realitas sehari-hari.

Terutama kehidupan di zaman melenial. “Contohnya seperti anak yang dibawa kabur akibat perkenalan lewat smartphone. Maka dari itu saya perlu menulis buku ini,” katanya saat memulai bedah buku, Jumat (23/2).

Buku yang diterbitkan penerbit kota tua ini berisi quotes-quotes ringan, sehingga cocok untuk dibaca siapapun. Selain itu, dibeberapa lembar, juga disertakan gambar sehingga tidak jenuh bagi pembacanya. Dia melanjutkan, buku ini adalah motivasi dan panduan dalam menjalani kehidupan di zaman now.

Selain itu, di dalamnya juga berisi tentang teknologi, akhlak mencari ilmu dan lain-lain. Menurutnya, buku ini sangat cocok bagi generasi milenial. “Saya berharap formulasi dalam buku ini bermanfaat bagi orang banyak,” imbuh pria yang juga berprofesi sebagai penceramah ini.

Menurutnya, memasuki generasi Z, dimana zaman yang dipenuhi dengan kungkungan teknologi, banyak orang-orang yang salah memaknai teknologi itu. Maka, lanjut dia, diperlukan lah motivasi, termasuk lewat buku.

Pada acara tersebut, Muwafiq juga mengimbau agar setiap manusia harus memiliki guru. Termasuk berguru terhadap buku.

Dia mengungkapkan, buku ini disusun kurang lebih selama dua tahun. Muwafik pun lebih memilih jenis quotes pada bukunya karena dia ingin merespons kegemaran masyarakat milenial yang lebih suka membaca tulisan pendek-pendek.

”Di saat ilmu dianggap sebagai sesuatu yang netral, maka kebaikan akan sama dengan keburukan, dan kebenaran akan menjadi sesuatu yang sulit ditemukan hingga akhirnya ketidakbenaran menjadi kebenaran,” ucap Muwafiq membacakan salah satu quotesnya.

Sebelumnya, Muwafik juga sempat meluncurkan beberapa buku. Antara lain berjudul Public Service Communication (2010), Bekerja dengan Hati Nurani (2009), Belajar Dengan Hati Nurani (2011), Membangun Karakter dengan Hati Nurani, Manajemen Training (2016), Buku Komunikasi dalam kepemimpinan Organisasi (2016), Negeri Yang Tercabik, dan Nusantara hingga Andalusia. (fis)

 

 

Sumber :

https://dcc.ac.id/blog/penggunaan-huruf-kapital/