Fungsi Pengawasan

Fungsi PenFungsi Pengawasangawasan

Fungsi Pengawasan

Fungsi PenFungsi Pengawasangawasan
Fungsi Pengawasan

Berarti anggaran negara harus menjadi pedoman untuk menilai apakah kegiatan penyelenggaraan pemerintah negara sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Dengan demikian, akan mudah bagi rakyat untuk menilai apakah tindakan pemerintah mengguanakan uang negara untuk keperluan tertentu itu dibenarkan atau tidak.

Tujuan Penyusunan APBN :

1. Meningkatkan transparansi dan pertanggungjawaban pemerintah kepada DPR dan rakyat

2. Meningkatkan koordinasi dalam lingkungan pemerintah

3. Membantu pemeritah mencapai tujuan kebijakan fiscal

4. Memungkinkan pemerintah memenuhi prioritas belanja negara

5. Membantu menciptakan efisiensi dan keadilan dalam menyediakan barang dan jasa publik.

Proses Penyusunan APBN :

Pemerintah (Presiden dibantu para menteri, terutama Menteri Keuangan) menyusun RABPN berdasarkan asumsi-asumsi, yaitu tentang :

1. Kondisi ekonomi makro seperti Produk Domestik Bruto (PDB) menurut harga yang berlaku

2. Pertumbuhan ekonomi

3. Inflasi

4. Nilai tukar rupiah

5. Rata-rata suku bunga SBI 3 bulan

6. Harga minyak internasional

7. Serta produksi minyak dalam negeri

Dalam menyusun RAPBN digunakan azas kemandirian, azas penghematan, azas penajaman prioritas pembangunan.

RAPBN oleh pemerintah diajukan ke DPR dan dilakukan pembahasan dengan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang berkompeten sesuai bidang masing-masing. Jika telah disetujui, DPR akan mengesahkan RAPBN menjadi APBN. Hak DPR untuk menetapkan anggaran negara disebtut Hak Budget. Namun jika tidak ditemukan kesepakatan tentang RAPBN, DPR menetapkan APBN tahun lalu sebagai APBN tahun berjalan.

Baca Juga :