Fungsi Partisipasi politik

 Fungsi Partisipasi politik

 Fungsi Partisipasi politik

 Fungsi Partisipasi politik

            Sebagai suatu tindakan atau aktivitas, baik secara individualmaupun kelompok, partisipasi politik memiliki beberapa fungsi. Robert Lane (Rush dan Althoff, 2005) dalam studinya tentang keterlibatan politik , menemukan empat fungsi partisipasi politik bagi individu-individu.

  1. Sebagai sarana untuk mengejar kebutuhan ekonomis.
  2. Sebagai sarana untuk memuaskan suatu kebutuhan bagi penyesuaian sosial.
  3. Sebagai saran untuk mengejar nilai-nilai khusus.
  4. Sebagai sarana untuk memenuhi keutuhan alam bawah sadar dan kebutuhan psikologis tertentu.

Dari sisi lain, Arbit Sanit (Sastroatmodjo, 1995) memandang ada tiga fungsi partisipasi politik.

  1. Memberikan dukungan kepada penguasa dan pemerintah yang dibentuknya beserta sistem politik yang dibentuknya.
  2. Sebagai usaha untuk menunjukkan kelemahan dan kekurangan pemerintahan
  3. Sebagai tantangan terhadap penguasa dengan maksud menjatuhkannya sehingga kemudian diharapkan terjadi perubahan struktural dalam pemerintahan dan dalam sistem politik, misalnya melalui pemogokan, hura-hura dan kudeta.

Partisipasi politik juga mempunyai fungsi bagi kepentingan pemerintahan. Untuk kepentingan pemerintahan, partisipasi politik mempunyai fungsi sebagai berikut:

  1. Untuk mendorong program-program pemerintah. Hal ini berarti bahwa peran serta masyarakat diwujudkan untuk mendukung program politik dan program pemerintah.
  2. Sebagai institusi yang menyuarakan kepentingan masyarakat untuk masukan bagi pemerintah dalam mengarahkan dan meningkatkan pembangunan.
  3. Sebaga sarana untuk memberikan masukan, saran dan kritik terhadap pemerintah dalam perencanaan dan pelaksanaan program-program pembanngunan.

 

  1. Faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik

            Partisipasi politik sebagai suatu aktivitas, tentu dipengaruhi oleh berbagai faktor, banyak pendapat yang menyoroti faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik. Ada yang menyorotinya dari dalam diri seseorang, dari luar dan ada yang menggabungkannya. Arnstein S.R melihat bahwa partisipasi politik masyarakat didasarkan kepada faktor politik untuk menentukan suatu produk akhir. Lebih rinci, ia menjelaskan faktor politik tersebut meliputi komunikasi politik, kesadaran politik, pengetahuan masyarakat terhadap proses pengambilan keputusan, dan kontrol masyarakat terhadap kebijakan publik. Sedangkan menurut Frank Lindenfeld, faktor utama yang mendorong seseorang berpartisipasi politik adalah kepuasan finansial. Dalam studinya, ia menemukan bahwa status ekonomi yang rendah menyebabkan seseorang merasa teralienasi dari kehidupan politik, dan orang yang bersangkutanpun akan menjadi apatis. Menurutnya, hal ini tidak terjadi pada orang yang memiliki kemapanan ekonomi.

Surbakti menyebutkan dua variabel penting yang mempengaruhi tinggi rendahnya tingkat partisipasi politik seseorang, pertama, aspek kesadaran politik seseorang yang meliputi kesadaran terhadap hak dan kewajiban sebagai warga negara, misalnya hak-hak politik, hak ekonomi, hak mendapat perlindungan hukum, hak mendapatkan jaminan sosial dan kewajiban-kewajiban, seperti kewajiban dalam sistem politik, kewajiban kehidupan sosial, dan kewajiban lainnya. Kedua, menyangkut bagaimanakah penilaian dan apresiasinya terhadap pemerintah, baik terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah dan pelaksanaan pemerintahannya.

sumber :

Hero Academy 2 1.35.1824 Apk for android