Filsafat Pendidikan sebagai Dasar Penusunan Kurikulum

Filsafat Pendidikan sebagai Dasar Penusunan Kurikulum

Filsafat Pendidikan sebagai Dasar Penusunan Kurikulum

Filsafat Pendidikan sebagai Dasar Penusunan Kurikulum
Filsafat Pendidikan sebagai Dasar Penusunan Kurikulum

 

Hakikat dan Prinsip Pengembangan Kurikulum

Pada hakikatnya pengembangan kurikulum itu merupakan usaha untuk
mencari bagaimana rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan
pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan
pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan untuk mencapai
tujuan tertentu dalam suatu lembaga. Pengembangan kurikulum di arahkan pada
pencapaian nilai-nilai umum, konsep-konsep, masalah dan keterampilan yang akan
menjadi isi kurikulum yang disusun dengan fokus pada nilai-nilai tadi. Adapun
selain berpedoman pada landasan-landasan yang ada, pengembangan kurikulum
juga berpijak pada prinsip-prinsip pengembangan kurikulum.
Berdasarkan UU No. 20 tahun 2003 Bab X tentang kurikulum, pasal 36 ayat 1
bahwa pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar
nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Suatu
kurikulum diharapkan memberkan landasan, isi dan menjadi pedoman bagi
pengembangan kemampuan siswa secara optimal sesuai dengan tuntunan dan
tantangan perkembangan masyarakat.

Setiap pengembangan kurikulum, selain harus berpijak pada sejumlah
landasan, juga harus menerapkan atau menggunakan prinsip-prinsip tertentu.
Dengan adanya prinsip tersebut, setiap pengembangan kurikulum diikat oleh ketentuan atau hukum sehingga dalam pengembangannya mempunyai arah yang jelas sesuai dengan prinsip yang telah disepakati.

Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum adalah sebagai berikut:

1. Prinsip Relevansi
Prinsip relevansi berkenaan dengan kesesuaian antara komponen tujuan, isi,
strategi, dan evaluasi. Ada dua macam relevansi yang harus dimiliki
kurikulum,yaitu relevansi keluar dan relevansi di dalam kurikulum itu sendiri.
Relevansi keluar yaitu tujuan, isi dan proses belajar yang tercakup dalam
kurkulum hendaknya relevan dengan tuntutan, kebutuhan dan perkembangan
masyarakat. Adapun relevansi di dalam yaitu ada kesesuaian antara komponen-
komponen kurikulum, yaitu antara tujuan, isi, proses penyampaian dan penilaian.
Relevansi ini menunjukkan suatu keterpaduan kurikulum.

2. Prinsip Fleksibilitas
Prinsip fleksibilitas berkenaan dengan kebebasan/keluwesan yang dimiliki
guru dalam mengimplementasikan kurikulum dan adanya alternatif pilihan
program pendidikan bagi siswa sesuai dengan minat dan bakatnya.

3. Prinsip Kontinuitas
Prinsip kontinuitas berkenaan dengan adanya kesinambungan materi pelajaran
antarberbagai jenis dan jenjang sekolah serta antartingkatan kelas. Perkembangan dan proses belajar berlangsung secara berkesinambungan, tidak terputus-putus
atau terhenti-henti.

Prinsip Praktis dan Efisiensi

Kurikulum harus mudah dilaksanakan, menggunakan alat-alat sederhana dan
biayanya juga murah. Tepat pelaksanaannya dan menghasilkan sesuatu dengan
tidak membuang-buang waktu, tenaga, dan biaya.

Sumber : https://dcc.ac.id/blog/sejarah-perumusan-teks-proklamasi-kemerdekaan-indonesia/