FAKTOR DAYA TARIK HUMAS DAN PUBLICITY

FAKTOR DAYA TARIK HUMAS DAN PUBLICITY

FAKTOR DAYA TARIK HUMAS DAN PUBLICITY

FAKTOR DAYA TARIK HUMAS DAN PUBLICITY
FAKTOR DAYA TARIK HUMAS DAN PUBLICITY

1.Kredibilitas yang tinggi. Berita dan gambar lebih otentik dan dapat dipercaya oleh pembaca dibandingkan dengan iklan.
2.Kemampuan menangkap pembeli yang tidak menduga. Humas dapat menjangkau banyak calon pembeli yang cenderung menghindari wiraniaga dan iklan.
3.Dramatisasi. Seperti halnya periklanan, humas memiliki kemampuan untuk mendramatisasi suatu perusahaan atau produk.

ADVERTISING MIX
1. Media
2. Kreatif

MEDIA
Above The Line (ATL) dan
Below The Line (BTL).

ATL menurut Frank Jeffkins  merupakan media yang berhak mengatur pengakuan dan pembayaran komisi kepada biro-biro iklan.

BTL tidak memberikannya. Artinya, biro iklan tidak berhak menerima komisi dari biaya operasional dari media-media BTL.

Perbedaan lainnya terletak pada sifat media itu sendiri.
Sifat ATL merupakan media ‘tak langsung’ yang mengenai audience, karena sifatnya yang terbatas pada penerimaan audience. Media ATL, antara lain: Surat kabar, Majalah, Televisi, Radio, Media luar ruang (outdoor), Bioskop, dll.

Sedangkan sifat BTL media yang ‘langsung’ mengena pada audience karena sifatnya yang memudahkan audience langsung mencerap satu produk/pesan saja. Media BTL, antara lain: directmail, katalog, Point of Purchase, pameran, brosur, dll.

Dalam pemilihan media periklanan kita mengenai istilah media primer atau media yang diutamakan dalam sebuah kampanye iklan.

Media sekunder atau media-media yang sifatnya menunjang atau melengkapi. Televisi bisa menjadi media sekunder bila ternyata brosur lebih efektif dijadikan media primer, begitu juga sebaliknya.

KREATIF
Ketika kita mengembangkan strategi kreatif iklan, maka kita akan merumuskan – how to say – nya sebuah pesan periklanan atau cara yang dilakukan untuk mengkomunikasikan pesan iklan – what to say – kepada audiens.

Pendekatan dalam iklan :
1.Plesetan

Orang tertawa ketika mendengar plesetan karena relevansinya. Relevansi dalam konteks ini mengacu pada kata aslinya yang kemudian diplesetkan.
2.Visual produk
Penggantian sebuah visual dengan visual lainnya. Mengganti secara keseluruhan, ukurannya atau salah satu elemen.
3. Headline atau tipografi
Visual berbentuk susunan kata dari headline atau tipografi yang memuat makna tertentu.
4. Logo
Menjadikan elemen logo sebagai sumber ide dalam menyampaikan pesan periklanan.
5. Makna ganda
Sebuah simbol yang dihadirkan untuk mewakili dua benda atau dua hal sekaligus.
6.Tokoh sebagai endorser
Penggunaan orang terutama yang menjadi publik figur dalam penyampaian pesan.
7. Sex
Mengarahkan fikiran konsumen pada hal-hal yang sensual.
8. Fungsi produk
Memindahkan fungsi dari suatu produk pada hal yang bersifat positif untuk menambah dramatisasi dari benefit produk tersebut.

Sumber : https://abovethefraymag.com/