Definisi Kehamilan

Definisi Kehamilan

Menurut Federasi Obstetri Ginekologi Internasional, kehamilan didefinisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum, dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Dihitung dari saat fertilisasi sampai kelahiran bayi, kehamilan normal biasanya berlangsung dalam waktu 40 minggu. Usia kehamilan tersebut dibagi menjadi 3 trimester yang masing-masing berlangsung dalam beberapa minggu. Trimester 1 selama 12 minggu, trimester 2 selama 15 minggu (minggu ke-13 sampai minggu ke-27), dan trimester 3 selama 13 minggu (minggu ke-28 sampai minggu ke-40).

2.2     Teknologi Bayi Tabung

2.2.1  Definisi

         In vitro fertilization atau dikenal dengan proses bayi tabung adalah proses pembuahan sel telur dan sperma di luar tubuh wanita (Heru, 2011). Teknik bayi tabung ini dikembangkan untuk membantu pasangan infertile yang ingin mempunyai keturunan. Wanita distimulasi dengan hormone agar dapat memberikan sejumlah sel telur sekaligus. Secara normal, sel telur didedahkan dengan sperma dalam kondisi lingkungan yang diatur menyerupai kondisi alami bagian anterior oviduct dimana fertilisasi internal terjadi, selanjutnya akan dihasilkan sel telur yang sudah terfertilisasi dan terbentuklah embrio.

         Embrio-embrio terbaik yang dihasilkan akan diinkubasi hingga berkembang menjadi blastokista. Biasanya jumlah blastokista yang diimplan didalam uterus wanita adalah tiga buah. Embrio lainnya dapat disimpan dengan nitrogen cair selama waktu tertentu sebagai cadangan manakala kehamilan yang diharapkan gagal atau untuk penggunaan di masa yang akan dating saat pasangan suami istri tersebut ingin memperoleh keturunan lagi.

         Bayi tabung adalah suatu upaya memperoleh kehamilan dengan jalan mempertemukan sel sperma dan sel telur dalam suatu wadah khusus. Pada kondisi normal, pertemuan ini berlangsung didalam saluran tuba. Pembuahan sel telur (ovum) yang dilakukan di luar tubuh calon ibu. Awalnya teknik reproduksi ini ditunjukkan untuk pasangan infertile, yang mengalami kerusakan saluran telur. Namun saat ini indikasinya telah diperluas, antara lain jika calon ibu mempunyai lender mulut rahim yang abnormal, mutu calon ayah kurang baik, adanya antibody pada atau terhadap sperma, tidah kunjung hamil walaupun endometriosis telah diobati, serta pada gangguan kesuburan yang tidak diketahui penyebabnya maka program bayi tabung ini bisa dilakukan.

         Bayi tabung merupakan pilihan untuk memperoleh keturunan bagi ibu yang memiliki gangguan pada saluran tubanya. Pada kondisi normal, sel telur yang telah matang akan dilepaskan oleh indung telur (ovarium) menuju slauran tuba (tuba fallopi) untuk selanjutnya menunggu sel sperma yang akan berlangsung sebagaimana mestinya. Proses yang berlangsung di laboratorium ini dilaksanakan sampai menghasilkan suatu embrio yang akan ditempatkan pada rahim ibu. Embrio ini juga dapat disimpan dalam bentuk beku (crypreserved) dan dapat digunakan kelak jika dibutuhkan

baca juga :