Bullying Marak, Ini Permintaan KPAI untuk Kemendikbud

Bullying Marak, Ini Permintaan KPAI untuk Kemendikbud

Bullying Marak, Ini Permintaan KPAI untuk Kemendikbud

Bullying Marak, Ini Permintaan KPAI untuk Kemendikbud
Bullying Marak, Ini Permintaan KPAI untuk Kemendikbud

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

(Kemrndikbud) untuk bisa memberantas kasus perundungan (bullying) yang marak terjadi. Apalagi kasus tersebut tersebar secara viral melalui media sosial.

“KPAI meminta Mendikbud serius melakukan langkah-langkah radiikal untuk mencegah dan menanggulangi perundungan dan satuan pendidikan,” kata Ketua KPAI Asrorun Ni’am Sholeh kepada JawaPos.com, Rabu (18/7)

Ni’am menagih janji pemerintah untuk penerbitan Peraturan Presiden tentang Pencegahan dan Penanggulangan terhadap Perundungan di Satuan Pendidikan. Leading sectornya adalah Kemendikbud, dan hingga kini belum selesai.

“Keberulangan terjadinya perundungan,  secara langsung atau tidak langsung,

diakibatkan lambannya Kemendikbud menyelesaikan aturan ini. Perpres tentang pencegahan perundungan jauh lebih penting dan mendesak dari pada soal urusan hari sekolah, yang mengatur perpanjangan jam dan pemendekan hari sekolah,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud   Ari Santoso mengatakan pencegahan bullying ujung tombaknya adalah keluarga atau orang tua yang mendidik anak di rumah. Orang tua harus meningkatkan komunikasi dan kewaspadaan agar anak tidak terbawa arus pergaulan melakukan bullying bersama kelompoknya.

“Harus waspada ajarkan anaknya. Dan peran serta masyarakat juga mrlihat anak-anak

geng atau kelompok yang sudah mulai kumpul-kumpul bergerombol gitu bisa dibubarkan,” tukas Ari.

Ari setuju dengan KPAI agar tidak menggunakan kekerasan dalam menghukum pelaku bullying. Pasalnya anak tetap mempunyai hak yang sama dalam pendidikan.

“Jadi jangan dihakimi. Sebab sanksi sosial di media itu kan terus deras sekali itu. Karena tindakam para pelaku itu bisa disebabkan juga pengaruh games dan tayangan televisi. Karena itu mereka perlu diberi pendidikan untuk mencegah hal itu berulang,” ungkapnya.

 

Sumber :

https://activerain.com/profile/danuaji