Bertawakal itu Mencukupkan Rezeki

Bertawakal itu Mencukupkan Rezeki

Bertawakal itu Mencukupkan Rezeki

Banyak orang tua yg mencari nafkah demi keluarganya dengan usaha yg menurut kita tak mungkin ia dapat mencukupi kebutuhan keluarganya dgn pekerjaan itu; Tapi kenyataannya, keluarganya tetap masih bisa makan, anaknya pun masih bisa bersekolah. Laa.. Truss….

Simple aja..

Perihal rezeki itu sebenarnya diluar logika manusia

Penentuan rezeki itu sudah digariskan sebelum terlahir manusia kedunia. Manusia hanya Allah suruh utk bertawakal

Allah swt berfirman,
artinya, “Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. 65:3)

Nabi saw telah bersabda,
artinya, “Seandainya kalian mau bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya maka pasti Allah akan memberikan rizki kepadamu sebagaimana burung yang diberi rizki, pagi-pagi dia dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang.”
(HR Ahmad, at-Tirmidzi dan dishahihkan al-Albani)

Tawakkal kepada Allah

merupakan bentuk memperlihatkan kelemahan diri dan sikap bersandar kepada-Nya saja, lalu mengetahui dengan yakin bahwa hanya Allah yang memberikan pengaruh di dalam kehidupan. Segala yang ada di alam berupa makhluk, rizki, pemberian, madharat dan manfaat, kefakiran dan kekayaan, sakit dan sehat, kematian dan kehidupan dan selainnya adalah dari Allah semata.

Maka hakikat tawakkal

adalah sebagaimana yang di sampaikan oleh al-Imam Ibnu Rajab, yaitu menyandarkan hati dengan sebenarnya kepada Allah Azza wa Jalla di dalam mencari kebaikan (mashlahat) dan menghindari madharat (bahaya) dalam seluruh urusan dunia dan akhirat, menyerahkan seluruh urusan hanya kepada Allah serta merealisasikan keyakinan bahwa tidak ada yang dapat memberi dan menahan, tidak ada yang mendatangkan madharat dan manfaat selain Dia.

Semoga Allah mencukupkan rezeki kita, keluarga kita, guru-guru kita, sahabat-sahabat kita dan memberkahinya.

Sumber: wfdesigngroup