Awas Siswa Titipan

Awas Siswa Titipan

Awas Siswa Titipan

Awas Siswa Titipan
Awas Siswa Titipan

ini data akun adsensenya ja
adearis53@gmail.com
AdeAris89###

085268613561
Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK sederajat segera dimulai, momentum itu mejadi waktu orang tua harap-harap cemas anaknya diterima di sekolah negeri atau tidak. Sementara disisi lain, seringkali dimanfaatkan oleh oknum nakal untuk mengeruk keuntungan ditengah cemasnya orang tua siswa terhadap nasib anaknya.

Pada penyelenggaraan PPDB tahun ini, kuota jalur zonasi tingkat SMA/SMK hingga SMP besar dibandingkan dengan tahun lalu. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan peserta didik yang tinggal paling dekat dengan sekolah bisa mengenyam pendidikan.

Meskipun sudah dilakukan secara online, namun apakah dalam prosesnya PPDB

ini bisa berjalan secara terbuka?. Selama ini, ada saja kendala yang dialami orang tua walimurid saat mendaftarkan anaknya melalui online, misalnya server yang tidak bisa dibuka sewaktu-waktu.

Salah satu kecamatan Rawalumbu Kota Bekasi Ferdy mengaku sudah menerima bahan sosialisasi mekanisme penerimaan siswa baru secara online tersebut. Namun ia masih menyimpan banyak pertanyaan terkait dengan sistem yang akan digunakan tersebut.

Salah satunya pada sisi penentuan jarak antara tempat tinggal dengan sekolah yang menurutnya rawan disalahgunakan. Pada proses verifikasi jarak ini, ia meminta untuk dilakukan secara terbuka tidak hanya oleh operator.

“Ini kan di sosialisasi yang disampaikan dalam power point itu kan nilai UN

jadi tolak ukur untuk zonasi, jadi pakai jarak aja. Dan itu kan pakai sistem ya, bukannya itu malah membuka peluang lebih banyak untuk siswa titipan?,” ungkapnya kepada Radar Bekasi, Kamis (13/6).

Lebih lanjut ia menaruh keberatan dengan sistem yang hanya menggunakan jarak sebagai bahan seleksi penerimaan siswa baru, sementara ia membandingkan dengan sistem yang digunakan ditingkat SMA/SMK masih menggunakan nilai UN yang kemudian ditambah dengan poin berdasarkan jarak.

Ia mengaku kerap mendengar keluhan warga terkait dengan sistem PPDB

yang masih memungkinkan untuk meloloskan siswa titipan. Tidak hanya itu, masih kurang meratanya sekolah SMA dan SMK juga menjadi keluhan tersendiri yang selalu didengar ketika musim penerimaan siswa baru berlangsung.

“Saya agak tidak setuju dengan sistem yang sekarang hanya pakai jarak, kalau kaya di sma kan ada poin ya jadi tambahan poin untuk jarak dari sekolah ke rumah nanti ditambahkan ke nilai un itu lebih efektif dibandingkan dengan jarak saja. Buat apa dong mereka belajar untuk UN,” imbuhnya.

 

Sumber :

https://www.caramudahbelajarbahasainggris.net/