Aliran Dalam Islam

Aliran Dalam Islam

Aliran Dalam Islam

Aliran Dalam Islam
Aliran Dalam Islam

Aliran Khawarij

Kemunculan Khawarij

Secara bahasa khawarij berasal dari bahasa arab kharaja yang berarti keluar. Adapun secara istilah khawarijadalah suatu sekte atau kelompok atau aliran yang keluar meninggalkan barisan karena ketidak setujuannya dengan keputusan Ali bin Abi Thalib yang menerima arbitrase (tahkim), dalam perang siffin pada tahun 37 H/648 M, dengan kelompok bughot (pemberontak) Mawiyah bin Abi Sufyan perihal ersengketaan khilafah. (Harun Nasution dalam Rozak Abdul dan Rosihon Anwar, Ilmu Kalam, cet VI, 2011: 49).

Ketika terjadi perang siffin, yaitu perang antara Sayidina Ali dan Muawiyah, kelompok Muawiyah mengangkatmushaf dan mengajak Sayidina Ali untuk mengakhiri peperangan dengan jalan damai yaitu perindungan. Pada awalnya Sayidina Ali hendak tidak mau menerima tawaran tersebut, akan tetapi sebagian dari anak buah Sayidina Ali mendesak Sayidina Ali untuk menerima jalan damai tersebut dan akhirnya Sayidina Ali menerima jalan damai tersebut.

Tetapi sebagian dari anak buah Sayidina Ali  tidak menerima jalan damai tersebut. Mereka beralasan bahwa orang yang mengambil jalan damai ketika berperang adalah orang yang ragu akan pendiriannya, menurut mereka hukum Allah sudah nyata, siapa yang melawan Khalifah yang sah harus diperangi. (Abbas Siradjuddin, I’tiqad Ahlusunnah Wal Jama’ah, cet 8, 2008: 167)

Ketika anak buah Sayidina Ali yang tidak menerima jalan damai merasa bahwa Sayidina Ali tidak mau meninggalkan pendiriannya, akhirnya mereka meninggalkan Sayidina Ali dan pergi kesebuah tempat yang bernama Harura’. Jumlah mereka dua belas ribu. Mereka mengangkat seorang pemimpin yang bernama Abdullah bin Wahhab Al- Rasyidi dan menamakan dirinya sebagai kaum khawarij, yaitu orang-orang yang keluar pergi perang untuk menegakan kebenaran. (Abbas Siradjuddin, I’tiqad Ahlusunnah Wal Jama’ah, cet 8, 2008: 168).

 

Pemikiran Khawarijtentang Pelaku Dosa Besar

Ciri yang menonojol dari aliran khawarij adalah watak keras dalam menentukan suatu hukum. Hal ini disamping didukung oleh watak kerasnya akibat kondisi geografis gurun pasir, juga dibangun atas pemahaman tekstual atas dalil-dalil Al-Qur’an dan hadist, tak heran kalau aliran ini memiliki pandangan keras pula tentang status pelaku dosa besar. (Rozak Abdul dan Rosihon Anwar, Ilmu Kalam, cet VI, 2011: 133)

Pada mulanya aliran khawarij hanya ada satu, akan tetai sesuai dengan perkembangan zaman aliran initerbagi menjadi beberapa sekte, dan setiap sekte memahami pelaku dosa besar berbeda antara satu  dan yang lainnya.

 

Al-Muhakimah

Menurut sekte Al-Muhakimah, bahwa orang yang melakukan dosa besar disebut kafir. Contohnya seperti orang yang melkukan zina dan membunuh, orang tersebut dihukumi kafir. (Mustapa, Mazhab-mazhab Ilmu Kalam dari Klasik hinga Modern, 2011: 78 )

 

Al-Azariqoh

Sekte ini sikapnya lebih radikal bila dibandingkan dengan Al-Muhakimah, mereka tidak memakai istilah kafir tetapi istilah musyrik. (Nasution Harun, Teologi Islam, Aliran-aliran, Sejarah, Analisa Perbandingan, 1996: 14)

 

Al-Ajaridah

Golongan ini mempunyai faham puritanisme. Paham mereka tentang berhijrah bukanlah kewajiban seperti yang diajarkan oleh na’if dan najdah tetapi hanya merupakan kebaikan dan tidak dihukumi kafir. (Mustapa, Mazhab-mazhab Ilmu Kalam dari Klasik hinga Modern, 2011: 78-79)

Baca Juga :