AL-BAQARAH 177

AL-BAQARAH 177

AL-BAQARAH 177

AL-BAQARAH 177

  1. Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. mereka Itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka Itulah orang-orang yang bertakwa.
  1. Isi kandungan ayat.

Iman tidak hanya keyakinan dan pengakuan, melainkan harus diwujudkan dalam bentuk sikap dan perilaku yang selaras dengan makna dan tujuan keimanan itu sendiri. Sehingga keimanan seseorang dapat dirasakan manfaatnya bagi orang lain dan dapat mmeberikan manfaat baik bagi dirinya maunpun bagi sesamanya. Misalnya rajin melaksanakan shalat lima waktu, membayar zakat dan menyayangi alam lingkungan dan sebaginya.

  1. perilaku orang yang mengamalkan isi kandungan ayat diatas.

Sikap perilaku hidup sederhana dan menyantuni kaum duafa seperti yang terkandungan dalam ayat diatas, dapat diidentiifkasi sebagai berikut:

  • Perilaku mengaplikasikan keimanan dalam kehidupan nyata.
  • Perilaku gemar berderma.
  • Perilaku sabar dalam menerima musibah.
  • Perilaku jujur, baik dalam ucapan maupun perbuatan.
  • Perilaku mengamalkan nilai-nilai keimanan dalam bentuk tindakan dan perbuatan.
  1. D.Menerapkan perilaku hidup sederhana dan menyantuni kaum duafa seperti terkandung dalam ayat diatas.

             Untuk dapat mempraktikan perilaku demikian itu, hendaknya memperhatikan terlebih dhaulu beberapa hal berikut ini:

  • Tanamkan keimanan  yang kuat dalam hati, sebab setan selalu menggoda manusia agar tidak memberikan apapun yang dilikinya kepada orang lain
  • Berlindunglah kepada Allah, dari sifat-sifat kikir, boros, dan sikap perilaku menumpuk-menumpuk harta.
  • Jangan menganggap harta sebagai tumpuan kebahagiaan hidup di dunia.
  • Tanamkan keyakinan dalam hati bahwa Allah akan mempergulirkan nasib semua hamba-Nya setiap saat.
  • Mulailah bersikap perilaku menyantuni kaum duafa sekarang juga agar kelak setelah dewasa menjadi terbiasa.
  1. Hadis tentang pola hidup sederhana dan perintah menyantuni kaum duafa.

عن ابي كريمة المقداربن معد يكرب رضي الله عنه قال: سمعت ر سول الله صلي الله عليه وسلم يقول: ماملآ ادمئ و عا ء شرا من بطنه بحسب ابن ادم لقيمات يقمن صلبه فان كان لا محا لة فثلث لطعا مه و ثلث لشرابه و ثلث لنفسه ( ر واه التر مذ ي )

قال ر سو ل ا لله صلي ا لله عليه و سلم ليس المؤ من با لذي يشبع وجا ر ه جا ئع الي جنبه ( رواه البخا ري)

Artinya:

“ dari Abi Karimah, yaitu Miqdar bin Ma’dikariba; saya mendengar Rasulluallah saw, bersabda: anak adam yang mengisi penuh suatu tempat, tidak akan lebih berhaya daripada mengisi perutnya sendiri. Bagi anak Adam, cukup beberapa suap makanan untuk dapat menegakkan tulang iganya. Jika dia harus demikian (makan lebih banyak dari itu), maka sepertiga untuk makannya, sepertiga unuk minumnya, dan sepertiga lagi untuk nafasnya.” (H.R. Turmudzi).

“ Rasulluallah saw, bersabda tidak termasuk orang, mukmin orang yang kenyang sementara tetangganya lapar di dekatnya.” (H.R. Bukhori).

  1. Isi kandungan hadist.

Hadist diatas mengandung makna bahwa kita tidak boleh mengisi perut sampai penuh. Rasulluallah mengajarkan kepada kita agar tidak makan sebelum lapar dan ketika makan jangan sampai kekenyangan. Anak adam hendaknya makan beberapa suap saja, artinya secukupnya sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Dalam hadist kedua, kita diperintahkan tidak hanya memikirkan diri sendiri, tidak sempurna iman seorang yang hanya makan sendiri, sedangkan tetangganya kelaparan.

  1. Perilaku orang yang mengamalkan hadist.
  • Sederhana dalam makan dan minum.
  • Sederhana dalam membelanjakan harta.
  • Sederhana dalam bersikap dan berperilaku.
  • Peduli terhadap sesama.
  1. Menerapkan perilaku hidup sederhana dan menyantuni kaum duafa sebagaimana terkandung dalam hadist diatas.
  • Tanamkan keimanan yang kuat agar tidak tergoda oleh setan.
  •  Biasakan bergaul dengan orang-orang yang memiliki perilaku sederhana agar kita dapat meneladaninya.
  • Hindari pergaulan dengan orang-orang yang boros dan tidak peduli sesama agar tidak terpengaruh oleh pergaulannya.
  • Biasakan mengatur pola makan dan pola hidup sehat.

Baca Juga :