5 Macam-Macam Jenis Tanah Di Indonesia Dan Persebarannya

5 Macam-Macam Jenis Tanah Di Indonesia Dan Persebarannya

5 Macam-Macam Jenis Tanah Di Indonesia Dan Persebarannya

5 Macam-Macam Jenis Tanah Di Indonesia Dan Persebarannya
5 Macam-Macam Jenis Tanah Di Indonesia Dan Persebarannya

Pada pembahasan kali ini merupakan kelanjutan dari materi wacana persebaran jenis tanah di Indonesia.

Persebaran tanah secara horizontal di Indonesia sanggup dibedakan menjadi beberapa jenis, berikut ini.

1) Tanah gambut (organosol)

Tanah gambut berwarna hitam, mempunyai kandungan air dan materi organik yang tinggi, mempunyai pH atau tingkat keasaman yang tinggi, miskin unsur hara, drainase jelek, dan pada umumnya kurang begitu subur.

Di Indonesia, persebaran tanah gambut paling banyak terdapat di Kalimantan Selatan, disusul Sumatra Selatan, Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Jambi, Kalimantan Timur, dan Papua bab Selatan.

Karena sifatnya yang kurang subur, maka pemanfaatan jenis tanah ini terbatas untuk pertanian perkebunan menyerupai karet, kelapa dan palawija.

2) Tanah latosol

Tanah latosol berwarna merah kecokelatan, mempunyai profil tanah yang dalam, mudah
menyerap air, mempunyai pH 6 – 7 (netral) sampai asam, mempunyai zat fosfat yang gampang bersenyawa dengan unsur besi dan aluminium, kadar humusnya gampang menurun.

Tersebar di tempat Bukit Barisan (Sumatra), Jawa, Kalimantan Timur dan Selatan, Bali, Papua, dan Sulawesi. Jenis tanah ini intinya merupakan bentuk pelapukan dari batuan vulkanis.

3) Tanah regosol

Tanah regosol merupakan hasil erupsi gunung berapi, bersifat subur, berbutir kasar, berwarna keabuan, kaya unsur hara, pH 6 – 7, cenderung gembur, kemampuan menyerap air tinggi,
dan gampang tererosi.

Persebaran jenis tanah ini di Indonesia terdapat di setiap pulau yang mempunyai gunung api, baik yang
masih aktif ataupun yang sudah mati. Banyak dimanfaatkan untuk lahan pertanian.
Pada pembahasan kali ini merupakan kelanjutan dari materi wacana Macam-macam Jenis Tanah di Indonesia dan Persebarannya

4) Tanah aluvial

Tanah aluvial mencakup lahan yang sering mengalami banjir, sehingga sanggup dianggap masih muda. Sifat tanah ini dipengaruhi pribadi oleh sumber materi asal sehingga kesuburannya pun ditentukan sifat materi asalnya.

Misalnya tanah yang terdapat di Lembah Sungai Bengawan Solo yang berasal dari pegunungan karst (Pegunungan Sewu), umumnya kurang subur alasannya yaitu kekurangan unsur fosfor dan kalium.

Sebaliknya, tanah di lembah Sungai Opak, Progo, dan Glagah yang berasal dari Gunung Merapi umumnya lebih subur alasannya yaitu tergolong gunung muda sehingga kaya akan unsur hara dan tersusun atas debu vulkanis yang produktif.

Secara umum sifat jenis tanah ini gampang digarap, sanggup menyerap air, dan permeabel sehingga cocok untuk semua jenis tumbuhan pertanian. Tersebar luas di sepanjang lembah sungai-sungai besar di Indonesia.

5) Tanah litosol

Tanah litosol dianggap sebagai lapisan tanah yang masih muda, sehingga bahan
induknya dangkal (kurang dari 45 cm) dan seringkali tampak di permukaan tanah sebagai batuan padat yang padu.

Jenis tanah ini belum usang mengalami pelapukan dan sama sekali belum mengalami perkembangan. Jika akan dimanfaatkan untuk lahan pertanian, maka jenis tanah ini harus dipercepat perkembangannya, antara lain, dengan penghutanan atau tindakan lain untuk mempercepat pelapukan dan pembentukan topsoil.

Jenis tanah ini tersebar luas di seluruh Kepulauan Indonesia, mencakup Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Nusa Tenggara, dan Maluku Selatan. Adapun di Sumatra, jenis tanah ini terdapat di wilayah yang tersusun dari batuan kuarsit, konglomerat, granit, dan kerikil lapis.

Baca Juga: